Laki-laki Harus Tahu! Ini 3 Cara Dampingi dan Booster Mood Pasangan yang Lagi Menstruasi
Menstruasi merupakan masa yang menantang bagi seorang wanita. Perubahan mood, rasa sakit di area tertentu, hingga perubahan bentuk tubuh menjadi tantangan yang perlu dihadapi setiap bulannya.
Dalam kondisi ini, seorang wanita membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar, terutama dari pasangannya.
Menghadapi pasangan yang sedang memasuki masa menstruasi juga tak mudah dan sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pria. Tak jarang, perubahan suasana hati atau kondisi fisik yang menurun memicu ketegangan dalam hubungan.
Namun, rahasia untuk melaluinya ternyata bukan dengan menebak-nebak pikiran, melainkan melalui tindakan nyata dan komunikasi yang jernih.
Berikut adalah tiga pilar utama dalam mendampingi pasangan saat masa menstruasi menurut Dokter Evelyn Gunawan:
1. Komunikasi Terbuka dan Kepekaan
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah penggunaan bahasa isyarat atau 'kode' dalam komunikasi antar pasangan. Bagi banyak pria, kode-kode halus sering kali luput dari radar pemahaman.
Maka dari itu, sebagai wanita perlu mengkomunikasikan apa yang kita inginkan secara gamblang. Pria juga harus siaga dengan menanyakan langsung dan menghindari respons yang mengerdilkan perasaan yang dialami wanita.
Hindari respons singkat seperti "Oh" atau sekadar mengangguk. Respons yang datar sering kali dianggap sebagai ketidakpedulian. Cobalah untuk merespons dengan pertanyaan lanjutan atau tawaran bantuan untuk menunjukkan bahwa Anda hadir sepenuhnya.
"Kuncinya di komunikasi. Kadang kalau misalnya kita punya pasangan, mengajarkan mereka memahami, itu perlu dengan lancar aksinya karena kalau kita ngasih kode, serius-serius lebih nggak pahamnya. 'Aku lagi mau menstruasi', (responsnya) 'Oh', udah aja," ungkap Evelyn ditemui di acara konferensi pers dan peluncuran Laurier 'Comfort, Made Together' di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (21/4).
2. Beri Perhatian dengan Aksi Nyata
Jika komunikasi sudah berjalan lancar dan terbuka, disarankan bagi pria yang mendampingi pasangannya di masa menstruasi untuk memberikan perhatian berbentuk aksi nyata.
Kalian bisa memberikan makanan atau minuman yang menaikkan mood, atau bisa juga membantu membelikan kebutuhan di masa menstruasi, seperti membelikan pembalut.
"Yang kedua di masa menstruasinya. Jadi lebih baik kalau lagi mau menstruasi, ingatkan untuk beli barang-barang yang dibutuhkan (pembalut)," tutur Evelyn.
3. Edukasi dan Empati
Menstruasi adalah proses biologis yang alami dan tidak seharusnya dianggap sebagai sesuatu yang memalukan atau tabu untuk dibicarakan dalam hubungan.
Pria perlu diajarkan dan memahami bahwa perubahan hormon adalah proses biologis yang nyata, bukan sekadar alasan untuk marah-marah. Edukasi ini dapat membangun rasa empati yang lebih dalam.
Memahami bahwa pasangan sedang melewati masa yang melelahkan secara fisik akan mengubah cara bereaksi terhadap perubahan perilakunya. Empati yang dimulai dengan aksi nyata akan membantu wanita melewati siklus bulanannya dengan perasaan lebih aman dan dicintai.
"Dan yang terakhir, biasanya kita juga mengajarkan bahwa ada proses biologis yang memang harus dilewati oleh semua wanita dan itu bukan sesuatu yang memalukan," ucap Evelyn.
"Jadi bagaimana kita mengajarkan secara langsung, empati dimulai dengan aksi dibandingkan hanya cuma kata-kata aja, itu akan sangat membantu para wanita untuk melewati masa-masa biologisnya dengan lebih baik," tukasnya.