Advertisement

Bisa Picu Kanker, Ini Penjelasan Ahli Soal Risiko Terlalu Sering Makan Gorengan

asw | Insertlive
Begini Suasana ‘War’ Takjil di Korea, Ada Gorengan Sebiji Rp 16 Ribu!
Bisa Picu Kanker, Ini Penjelasan Ahli Soal Risiko Terlalu Sering Makan Gorengan/Foto: TikTok @goguma.28
Jakarta -

Gorengan memang menjadi salah satu jenis makanan yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Metode memasak yang umumnya menggunakan minyak ini bisa membuat makanan jadi renyah dan terasa lebih nikmat. Tak sedikit orang yang menjadikan gorengan sebagai kuliner favorit.

Namun terlalu sering memakan gorengan justru bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit. Dokter dan ahli gizi dr. Tan Shot Yen pun menyoroti kebiasaan mengolah makanan dengan cara digoreng yang masih umum disajikan dalam menu keluarga, terutama di Indonesia.

Ia menuturkan bahwa metode memasak dengan cara digoreng bisa menurunkan kualitas gizi sekaligus memicu risiko kesehatan dalam jangka panjang.

"(Nutrisi) bukan hilang, malah berubah jadi trans fat yang merugikan kesehatan," ungkap dr. Tan seperti dilaporkan oleh Antara, dikutip Selasa (21/4).

Advertisement

Ia menjelaskan bahwa proses menggoreng, terutama dengan teknik deep fry bisa menghasilkan zat karsinogenik yang memicu penyakit kanker. Senyawa ini datang dari akrilamida dan polycylic aromatic hydrocarbons (PAHs) yang terbentuk saat karbohidrat atau protein terpapar suhu tinggi.

PAHs sendiri seperti dijelaskan dalam laman NCBI merupakan kelompok besar polutan organic yang terdiri dari dua atau lebih cincin benzene. PAH memiliki sifat karsinogenik dan mutagenik yang sangat tinggi pada manusia.

Dokter Tan kemudian menambahkan bahwa mengonsumsi makanan yang digoreng secara berlebihan, terutama pada anak, bisa membuat penyerapan nutruisi tidak optimal.

Kebiasaan makan gorengan berlebihan dalam jangka panjang juga berisiko menyebabkan kekurangan gizi pada anak.

"Kurang gizi sejak kecil bisa jadi gangguan tumbuh kembang, kurus, kegemukan, pendek, mudah sakit," ungkap dr. Tan.

Maka sebagai alternatif, metode memasak lain seperti pepes atau makanan berkuah bisa menjadi pilihan tepat. Tak hanya lebih sehat, variasi ini juga dapat dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga untuk mengurangi asupan lemak jahat dari gorengan.

Cara menyiapkan makanan kemudian bisa membuat perbedaan besar bagi kesehatan. Makanan yang digoreng pada umumnya dilapisi adonan atau tepung sebelum digoreng sehingga mengandung lebih banyak kalori dibandingkan dengan metode memasak lain.

Ketika makanan digoreng dalam minyak, makanan tersebut kehilangan air dan menyerap lemak sehingga kadar kalori pun meningkat. Lemak dan kalori yang tinggi kemudian berisiko mengganggu kesehatan jika terlalu banyak dikonsumsi.

Oleh karena itu, metode memasak lain seperti mengukus atau merebus bisa menjadi solusi untuk kebiasaan makan yang lebih sehat.

(asw)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement