Advertisement

Mengenal Kondisi Hyperemesis Gravidarum yang Diderita Shenina Cinnamon

asw | Insertlive
Shenina Cinnamon
Mengenal Kondisi Hyperemesis Gravidarum yang Diderita Shenina Cinnamon/Foto: Instagram @sheninacinnamon
Jakarta -

Aktris Shenina Cinnamon belum lama ini membuat publik heboh usai harus menjalani perawatan di rumah sakit. Padahal, sang aktris tengah menunggu kedatangan buah hati bersama Angga Yunanda.

Shenina diketahui mengidap hyperemesis gravidarum yang membuat dirinya harus bolak-balik rumah sakit, bahkan harus menjalani rawat inap. Sang aktris pun menyebut kondisi tersebut membuat dirinya mengalami rasa mual luar biasa.

"Setelah beberapa bulan gallery aku isinya foto mual, muntah, dan keluar-masuk RS sampai diopname beberapa kali karena hyperemesis gravidarum," ungkap Shenina Cinnamon, dikutip Jumat (17/4).

Memasuki usia kehamilan trimester 3, kondisi Shenina Cinnamon semakin membaik meski terkadang masih mual dan muntah. Ia kini mengaku sudah bisa berjalan dan makan dengan nyaman.

Advertisement

Namun, apa sebenarnya kondisi hyperemesis gravidarum yang dialami Shenina Cinnamon? Berikut ulasannya.

Penjelasan Hyperemesis Gravidarum

Hyperemesis gravidarum (HG) merupakan kondisi mual dan muntah ekstrem dan terus-menerus selama kehamilan. Kondisi ini sangat mengganggu karena ibu hamil bisa mengalami penurunan berat badan dan dehidrasi.

HG sendiri berbeda dengan mual dan muntah biasa alias morning sickness yang umum dialami ibu hamil di usia kehamilan awal. Meski sama-sama ditandai dengan mual dan muntah, keduanya memiliki perbedaan signifikan.

Frekuensi dan durasi mual serta muntah pada HG jauh lebih sering dibandingkan dengan morning sickness. Morning sickness umumnya mereda bahkan hilang sepenuhnya setelah melewati trimester pertama, sedangkan HG masih bisa berlanjut.

Ibu hamil dengan gejala morning sickness masih bisa makan dan minum. Namun, pada HG, ibu kesulitan mendapatkan asupan nutrisi serta cairan karena nyaris tak bisa menelan makanan. Akibatnya, ibu dengan HG mengalami penurunan berat badan drastis dan dehidrasi.

HG kemudian perlu ditindaklanjuti dengan perawatan medis karena bisa membuat ibu hamil mengalami dehidrasi bahkan kekurangan gizi.

Gejala Hypermesis Graviadarum

Tak jauh berbeda dengan morning sickness, HG biasanya terjadi pada trimester pertama kehamilan. Gejala yang berlangsung pun bisa terjadi selama beberapa minggu, bulan, bahkan sampai jelang persalinan.

Selain mual parah dan muntah lebih dari tiga kali sehari, berikut merupakan beberapa gejala HG:

- Kehilangan lebih dari 5 persen berat badan

- Tidak bisa menahan makanan atau cairan

- Dehidrasi

- Pusing atau kepala terasa ringan

- Buang air kecil lebih sedikit dari biasanya

- Kelelahan ekstrem

- Pingsan

- Sakit kepala

Penyebab pasti gejala HG hingga kini masih belum ditemukan, tetapi beberapa ahli menyebut kondisi ini berkaitan dengan peningkatan kadar hormon, khususnya hormon human chorionic gonadotropin (HCG). HCG sendiri banyak diproduksi selama kehamilan.

Produksi HCG mencapai puncaknya pada usia kehamilan 10 minggu. Pada usia ini, banyak ibu yang mengeluhkan gejala parah.

HG kemudian perlu mendapatkan tindakan medis secara cepat karena bisa membahayakan kondisi ibu dan janin. Kondisi ini punya potensi mengarah pada komplikasi hingga membuat bayi lahir prematur atau memiliki berat badan yang rendah.

(asw)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement