Apa Itu Situationship? Tren Hubungan Tanpa Status yang Sedang Populer
Dinamika hubungan di era modern terus berkembang, kini muncul fenomena situationship. Istilah ini menjadi gambaran kedekatan dua orang tanpa ada status yang jelas atau komitmen pasti.
Mereka bisa saja menjalin komunikasi yang intens, menghabiskan waktu bersama secara romantis, bahkan memiliki lingkaran pertemanan yang bersinggungan. Namun saat harus menjelaskan hubungan tersebut ke orang lain, tak sedikit yang merasa kebingungan.
Parak sekaligus terapis Kimberly Moffit seperti dilaporkan KMA Therapy mengungkapkan bahwa situationship seringkali merupakan hubungan yang berada di fase kencan awal dan hubungan jangka panjang dengan komitmen.
Hal ini berarti ada kedekatan emosional hingga fisik tanpa arah yang jelas karena tak ada status resmi kesepakatan, atau batasan yang tegas. Pada banyak kasus, kedua belah pihak justru punya ekspektasi yang berbeda.
Perubahan budaya kencan kemudian menjadi salah satu faktor utama yang membuat fenomena situationship semakin populer. Hubungan di era modern kini tak lagi mengikuti pola konvensional dari pacaran, hingga pernikahan.
Hubungan asmara kini lebih fleksibel dengan tipe beragam yang didukung dengan kebebasan individu untuk menentukan pilihan hidup serta relasi. Inilah yang membuat banyak orang merasa tak perlu terburu-buru untuk berkomitmen.
Situationship pun menjadi 'ruang aman' bagi mereka untuk mengeksplorasi hubungan tanpa tekanan status resmi. Kehadiran aplikasi kencan juga berperan dalam membuat banyak orang cenderung menunda komitmen.
Meski situationship sering dianggap negatif karena membuat hubungan asmara tak punya status pasti, fenomena ini ternyata memiliki sisi positif. Salah satunya adalah ruang eksplorasi hubungan yang terbentuk tanpa tekanan.
Hal ini memungkinkan seseorang untuk mengenal dinamika relasi tanpa ada tuntutan soal status. Selain itu, eksplorasi yang luas bisa membantu individu mengenali keinginan dan melatih komunikasi agar batasan dan harapan bisa diatur bersama.
Namun di balik fleksibilitas yang ditawarkan, situationship juga membawa sejumlah sisi negatif yang harus diwaspadai. Salah satu yang paling utama adalah hubungan yang rentan dengan ketidakjelasan dan sikap tidak jujur.
Perasaan yang berkembang juga bisa terjadi secara tidak seimbang. Hal ini terjadi karena komunikasi di awal yang kurang jelas hingga perasaan yang berubah seiring waktu berjalan.
Oleh karena itu, bertahan terlalu lama dalam situationship yang tak memberikan kejelasan hubungan bisa menghambat individu untuk mendapatkan hubungan yang lebih sehat. Hubungan situationship yang berlangsung tanpa status bisa sangat berpengaruh pada hubungan di masa depan.
Maka untuk mengakhiri situationship secara sehat, individu perlu memahami hal yang benar-benar diinginkan dalam sebuah hubungan. Meski sulit terutama jika sudah melibatkan perasaan, individu harus bisa jujur dalam menyampaikan keinginan untuk mengakhiri situationship.
Upayakan untuk menyampaikan perasaan secara jujur tanpa menyalahkan dan hindari asumsi. Jika hubungan tak berkembang sesuai keinginan, individu bisa mencoba untuk menjaga jarak demi melindungi perasaan sendiri.
Pada akhirnya, situationship bisa berjalan tanpa masalah jika dilakukan dengan sehat lewat komunikasi baik antara kedua belah pihak. Namun jika sudah melibatkan perasaan, situationship justru bisa menimbulkan kebingungan.
(asw)