Advertisement

Hajar Aswad Disebut berwarna Asli Putih Cerah, Lantas Kenapa Berubah jadi Hitam?

kpr | Insertlive
hajar aswad
Hajar Aswad Disebut berwarna Asli Putih Cerah, Lantas Kenapa Berubah jadi Hitam? / Foto: reasahalharmain
Jakarta -

Ibadah haji dan umrah, merupakan salah satu mimpi bagi seluruh umat muslim di dunia. Saat menunaikan ibadah haji, jutaan umat Islam selalu berharap bisa mencium atau hanya sekedar menyentuh Hajar Aswad.

Sekedar informasi, Hajar Aswad merupakan batu yang tertanam di bagian sudut Ka'bah. Batu yang selama ini kita ketahui berwarna hitam legam tersebut, nyatanya berwarna asli putih.

Berdasarkan berbagai riwayat, disebutkan bahwa Hajar Aswad merupakan batu suci yang diturunkan dari surga berwarna putih bersinar. Bahkan, digambarkan jika Hajar Aswad digambarkan berwarna lebih putih daripada susu dan salju.

Lalu, mengapa Hajar Aswad bisa berubah menjadi warna hitam? Berikut penjelasan lengkap mengenai asal-usul warna batu Hajar Aswad berubah menjadi warna hitam:

Advertisement

Dalam Tarikh Ka'bah karya Prof Ali Husni al-Kharbuthli yang diterjemahkan Fuad Ibn Rusyd, Hajar Aswad berbentuk lonjong tidak beraturan, berkilau dan memiliki warna hitam kemerahan. Pada bagian atasnya, terdapat goresan berwarna merah dan kuning.

Sementara dalam kitab Tsaurah al-Islam wa Bathal an Nabiya karya Luthfi Jum'ah, disebutkan Hajar Aswad adalah sejenis meteor karena dapat memancarkan cahaya ke arah barat, timur, Syam dan Yaman hingga ke lembah-lembah di Tanah Haram.

Jika dilihat dari karakternya yang bersinar, tentu saja menunjukkan bahwa Hajar Aswad tidaklah berwarna hitam. Beberapa sejarawan mengatakan Hajar Aswad berubah menjadi hitam karena perbuatan dosa kaum jahiliah.

Dijelaskan dalam Fadhlu Hajar Aswad wa Maqam Ibrahim karya Prof Said Muhammad Bakdasy terjemahan Gumilar Irfanullah, Hajar Aswad merupakan batu yang turun dari langit yang diserahkan oleh Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS untuk diletakkan di sudut Ka'bah.

Hajar Aswad awalnya berwarna putih, bahkan lebih putih dari salju dan susu. Batu tersebut berubah menjadi hitam akibat dosa orang-orang musyrik.

Hal ini juga dijelaskan dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

نَزَلَ الْحَجَرُ الأَسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ

Artinya: "Hajar Aswad turun dari surga berwarna lebih putih dari susu lalu berubah warnanya jadi hitam akibat dosa-dosa bani Adam." (HR at-Tirmidzi, An-Nasa'i, Ahmad, Ibnu Khuzaimah, dan Al-Baihaqi).

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin 'Ash RA, ia berkata,

"Hajar Aswad dahulu lebih putih dari susu dan panjangnya seukuran tulang hasta,".

Hajar Aswad terlihat berwarna hitam hanya pada bagian depannya saja. Sementara pada bagian yang tertanam dalam Ka'bah, diyakini masih berwarna putih.

Hal ini juga diperkuat dengan riwayat dari Mujahidi yang dikutip oleh Al-Fakihi, ia berkata,

"Aku melihat Rukun saat Ibnu Zubair merobohkan Ka'bah. Tampak seluruh bagian batunya yang terdapat di bagian dalam Ka'bah berwarna putih,".

Al-Halabi dalam Al-Sirah al-Halabiyyah juga mengatakan tentang berubahnya warna Hajar Aswad disebabkan oleh dosa orang-orang musyrik dan semakin bertambah legam dikarenakan kebakaran yang terjadi pada masa Quraisy dan masa Ibnu Zubair RA.

(kpr/kpr)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement