Ini Awal Mula Keluarga Indonesia Suka Menggunakan Baju Seragam Saat Lebaran
Momen Lebaran 2026 telah tiba, banyak keluarga di Indonesia yang tampil kompak dengan pakaian seragam dalam foto hingga saat berkunjung ke sanak saudara yang lain. Penggunaan baju seragam ini seperti sudah menjadi bagian dari tradisi Lebaran di Indonesia.
Namun bagaimana sebenarnya awal mula tradisi menggunakan pakaian seragam saat Lebaran? Perancang busana Deden Siswanto mengungkapkan sejarah tradisi menggunakan pakaian seragam pada momen Lebaran.
Deden Siswanto mengungkapkan bahwa pada masa awal kariernya sebagai penjahit di era 1990-an, ia kerap diminta oleh para istri pegawai negeri untuk menjahit batik sehingga menjadi pakaian berpasangan dengan suami mereka. Jenis pakaian ini kemudian dikenal dengan istilah 'sarimbit'.
"Biasanya si istri pakai kebaya dengan bawahan batik yang sama seperti kemeja suami, dari tren sarimbit yang mulai populer pada akhir 80-an itu, terbentuklah budaya keluarga berseragam untuk hari-hari besar keagamaan, khususnya Idul Fitri di Indonesia," beber Deden seperti dilaporkan Wolipop, dikutip Minggu (22/3).
Tak hanya ayah dan ibu, tren untuk menggunakan busana seragam ini juga menyasar anak-anak. Hal ini membuat permintaan pasar baju seragam makin tinggi, terutama saat mendekati waktu Lebaran
Tawaran koleksi busana seragam kini makin mudah ditemui, terutama menjelang Lebaran. Pasar Tanah Abang kemudian menjadi salah satu lokasi membeli pakaian seragam yang paling populer dengan berbagai gaya yang ditawarkan.
Deden Siswanto kemudian mengungkapkan bahwa kini terdapat pergeseran tren dalam gaya busana keluarga saat Lebaran. Menurut perancang busana itu, seragam saat Lebaran kini bukan hanya soal menggunakan pakaian yang sama persis.
"Sekarang seragamnya nggak harus seperti kembaran. Misal warna bajunya tetap sama, tapi desain dibedakan," ujar Deden.
"Namun, baju seragam kembar masih diminati. Tidak da yang salah, selama sesuai dengan selera dan kebutuhan," pungkasnya.
(asw)