Ini Pekerjaan yang Biasanya Ditolak Saat Ajukan KPR
KPR (Kredit Pemilikan Rumah) merupakan fasilitas kredit yang diberikan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya kepada seseorang untuk membeli rumah. Fasilitas ini sering dimanfaatkan untuk membeli rumah karena pembeli dapat menyicil dalam periode yang sudah ditentukan.
Namun, bank tidak semudah itu untuk menyetujui permohonan KPR dari para debitur. Banyak persyaratan dan pertimbangan dari bank hingga akhirnya mereka memutuskan untuk memberikan KPR. Salah satu hal yang kerap menjadi pertimbangan adalah jenis pekerjaan dari debitur itu sendiri.
Pekerjaan itu barulah langkah awal. Lebih lanjut, pihak bank juga akan mengecek slip gaji hingga mutasi pada rekening koran dari calon debitur untuk melihat pemasukan dan pengeluaran. Langkah ini dilakukan guna menilai kemampuan calon debitur dalam melunasi KPR.
Lantas, apa saja pekerjaan yang biasanya mendapat penolakan saat mengajukan KPR? Berikut ini informasinya.
Pekerja Informal
Pekerja informal adalah sebutan bagi seseorang yang bekerja secara bebas tanpa terikat oleh kontrak resmi, jaminan sosial, hingga perlindungan hukum apapun. Beberapa contoh pekerjaan yang termasuk jenis pekerjaan informal, antara lain pedagang kaki lima, tukang cukur, dan sopir ojek. Mereka disebut pekerja informal lantaran tidak memiliki catatan atas pemasukan atau slip gaji.
Ketiadaan slip gaji itu lah yang sering menyebabkan pekerjaan ini sulit mendapat KPR. Meski begitu, saat ini beberapa bank sudah memiliki program KPR khusus untuk pekerja informal. Caranya adalah dengan membuktikan penghasilan melalui rekening koran selama beberapa bulan terakhir.
Pekerjaan Berisiko Tinggi
Pekerjaan kedua yang berpotensi sulit mendapat KPR adalah pekerjaan berisiko tinggi atau pekerjaan yang dapat mengancam nyawa calon debitur. Pekerjaan seperti ini contohnya pekerja di sektor tambang, pemadam kebakaran, dan pelaut. Profesi tersebut akan sulit mendapat KPR karena bank menilai risiko keselamatan kerja yang tinggi dapat mengancam kelangsungan pembayaran cicilan.
Namun, tidak perlu khawatir karena saat ini sudah ada layanan asuransi yang dapat menutup cicilan debitur saat meninggal dunia. Cara lain yang bisa dilakukan, yaitu mengambil KPR dengan tenor atau masa cicilan singkat.
Pekerja Lepas (Freelance)
Freelance atau pekerja lepas merupakan sektor pekerjaan yang saat ini memiliki banyak peminat. Pekerja freelance dapat menawarkan jasa atau keahlian profesional kepada klien secara mandiri dalam waktu yang fleksibel dan tidak terikat pada peraturan perusahaan. Meski begitu, penghasilan mereka tidak menentu setiap bulannya.
Hal tersebut menjadi pertimbangan pihak bank dalam memberikan KPR. Meski begitu, mereka tetap memiliki peluang untuk mendapat KPR asalkan memiliki penghasilan yang cukup tinggi setiap bulannya serta arus kas yang sehat.
Wiraswasta
Wiraswasta adalah bisnis atau pekerjaan yang diciptakan secara mandiri oleh seseorang. Dengan kata lain, orang tersebut menjadi bos dalam bisnis yang ia jalankan. Namun, perlu diingat bahwa dunia bisnis sangat tidak menentu. Ada masanya ketika bisnis tersebut berada di fase penurunan.
Ketidakpastian itulah yang sering membuat seorang wiraswasta kerap sulit mengajukan KPR. Satu-satunya cara supaya permohonan KPR diterima adalah dengan menjaga bisnis tersebut untuk tetap menghasilkan profit setiap periodenya. Dengan begitu, bank akan menilai bahwa calon debitur mampu untuk melunasi cicilan.
(Astrid Riyani Atmaja/dis)