Keutamaan, Amalan, dan Kapan Malam Lailautl Qadar
Lailatul Qadar merupakan salah satu malam yang sangat istimewa pada bulan Ramadan. Pasalnya, di dalam Al-Quran disebutkan bahwa malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.
Lailatul Qadar dapat dipahami sebagai malam penuh kemuliaan atau malam saat Allah menetapkan takdir manusia untuk satu tahun mendatang.
Dalil tentang malam Lailatul Qadar dijelaskan pada surah Al-Qadr ayat 1-3 yang berbunyi:
-Ayat 1
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr(i).
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar."
-Ayat 2
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ
Wa mā adrāka mā lailatul-qadr(i).
Artinya: "Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu?"
-Ayat 3
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
Lailatul-qadri khairum min alfi syahr(in).
Artinya: "Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan."
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar memiliki banyak keutamaan yang luar biasa bagi umat Islam, sebagai berikut:
1. Lebih Baik dari Seribu Bulan
Berdasarkan buku Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya karya R. Syamsul B. dan M. Nielda, salah satu keutamaan malam Lailatul Qadar adalah setiap amalan yang dilakukan pada malam ini, baik ibadah maupun doa, pahalanya lebih baik dari seribu bulan.
2. Diampuni Dosa-dosanya
Selain itu, siapa saja yang melaksanakan salat malam, seperti salat Tarawih atau salat malam lainnya, dengan niat ikhlas karena Allah SWT dan mengharap pahala, pada malam Lailatul Qodar, maka seluruh dosanya akan diampuni oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Abu Hurairah RA,
"Barangsiapa yang shalat pada lailatul qadar karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya. Dan barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya." (HR. Al-Bukhari & Muslim).
3. Malaikat Turun ke Bumi Membawa Keberkahan
Pada saat malam Lailatul Qadar, malaikat turun membawa keberkahan dan mengatur segala urusan dengan izin Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam surah Al-Qadr ayat 4,
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ
Tanazzalul-malā'ikatu war rūḥu fīhā bi'iżni rabbihim min kulli amr(in).
Artinya: "Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan,".
4. Malam yang Penuh Keselamatan
Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh keselamatan dan kesejahteraan, seperti firman Allah SWT dalam surah Al-Qadr ayat 5,
سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Salāmun hiya ḥattā maṭla'il-fajr(i).
Artinya: "Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar,".
5. Malam Pencatatan Takdir Manusia Tahunan
Lailatul Qadar juga merupakan malam pencatatan takdir tahunan, seperti firman Allah SWT dalam surah Ad Dukhan ayat 4,
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
Artinya: "Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah,".
Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa pada malam Lailatul Qadar, di Lauhul Mahfuzh akan tercatat seluruh takdir manusia untuk setahun ke depan, termasuk catatan tentang ajal, rezeki, dan segala urusan hingga akhir tahun tersebut. Penjelasan ini diriwayatkan dari Ibnu Umar, Abu Malik, Mujahid, serta para ulama salaf lainnya.
6. Malam Diturunkannya Al-Qur'an
Lailatul Qadar juga dikenal sebagai malam turunnya Al-Qur'an. Hal ini dijelaskan oleh Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 185,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗيُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖوَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Syahru ramaḍānal-lażī unzila fīhil-qur'ānu hudal lin-nāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān(i), faman syahida minkumusy-syahra falyaṣumh(u) wa man kāna marīḍan au 'alā safarin fa 'iddatum min ayyāmin ukhar(a), yurīdullāhu bikumul-yusra wa lā yurīdu bikumul-'usr(a), wa litukmilul-'iddata wa litukabbirullāha 'alā mā hadākum wa la'allakum tasykurūn(a).
Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur,".
7. Pahala Dilipatgandakan
Lailatul Qadar adalah malam yang istimewa. Semua amal ibadah yang dilakukan pahalanya akan dilipatgandakan. Surah Al-Qadr ayat 3 menyebutkan,
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
Lailatul-qadri khairum min alfi syahr(in)
Artinya: "Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan,".
Sebagian ulama menjelaskan, pahala amal di malam Lailatul Qadar setara dengan ibadah selama 83 tahun. Ini menjadikan malam Lailatul Qadar sebagai waktu yang sangat berharga untuk berdoa, salat, dan berdzikir kepada Allah SWT.
Amalan Sunnah di Malam Lailatul Qadar
Tentu saja, untuk bisa mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadahnya dengan melakukan beberapa amalan seperti berikut:
1. Salat Malam (Qiyamul Lail)
Rasulullah SAW sangat menganjurkan salat malam pada malam Lailatul Qadar. Dalam hadits disebutkan:
"Barang siapa yang salat pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan penuh harapan (pahala dari Allah), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari).
2. Membaca, Memahami, dan Mengamalkan Al-Qur'an
Pada malam Lailatul Qadar juga dianjurkan untuk memperbanyak membaca dan mentadabburi Al-Qur'an. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Qadr ayat 1,
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan,".
3. Memperbanyak Doa
Dalam hadits, Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah SAW:
"Ya Rasulullah, jika aku mendapati malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?"
Beliau menjawab,
اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني
Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni
Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, menyukai ampunan, maka ampunilah aku." (HR. Tirmidzi)
4. Memperbanyak Dzikir
Dzikir dan istighfar sangat dianjurkan di malam Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman dalam surah Ali 'Imran ayat 191:
ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
Artinya: "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau berbaring dan memikirkan penciptaan langit dan bumi, seraya berkata: 'Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.'"
5. Bersedekah
Rasulullah SAW merupakan sosok teladan yang dermawan. Bahkan, Rasulullah akan lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan. Sedekah di malam Lailatul Qadar memiliki pahala yang sangat besar. Ibnu Abbas RA berkata:
"Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadan ketika Jibril menemuinya." (HR. Bukhari dan Muslim).
6. I'tikaf di Masjid
Berdasarkan buku Mukjizat Lailatur Qadar: Menemukan Berkah pada Malam Seribu Bulan karya Arif M. Riswanto, salah satu amalan yang dapat dilakukan pada malam Lailatul Qadar adalah beri'tikaf di masjid.
Menurut Fiqh Al-Sunnah, Sayyid Sabiq menjelaskan bahwa i'tikaf adalah menetap dan tinggal di masjid dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW sendiri rutin beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Dalam riwayat Al-Bukhari, Aisyah RA menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW senantiasa beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan hingga beliau wafat.
7. Melaksanakan Salat Tarawih
Selain i'tikaf, umat Islam juga dianjurkan menghabiskan malam Lailatul Qadar dengan menunaikan salat sunnah Tarawih. Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang menghidupkan Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kapan Terjadinya Malam Lailatul Qadar?
Tak ada yang tahu pasti kapan terjadinya malam Lailatul Qadar. Bahkan dalam Al-Qur'an maupun hadits, juga tak disebutkan secara jelas mengenai waktu pastinya malam Lailatul Qadar.
Namun, berdasarkan buku Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya karya R. Syamsul B. dan M. Nielda, Rasulullah SAW memberi petunjuk agar umat Islam mencari malam Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Dalam hadits riwayat 'Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda,
"Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan." (HR. Bukhari)
Dalam buku Perjalanan Menuju Fitri karya Agung Syuhada menjelaskan bahwa malam ganjil itu biasanya jatuh pada malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.
Selain itu, terdapat pula riwayat dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa yang ingin mencari malam Lailatul Qadar, hendaklah dicintainya pada malam dua puluh tujuh." (HR. Ahmad)
Wallahu 'alam. Walau tanggal pastinya tidak diketahui, umat Islam tetap dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, berdoa, dan berdzikir selama sepuluh malam terakhir Ramadan agar berkesempatan meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar.
(kpr/kpr)