Ruce Nuanda Viral Keluyuran Saat Campak, Ini Kata Dokter
Selebgram Ruce Nuenda menuai sorotan usai mengunggah Instagram Story saat dirinya berolahraga di luar rumah meski sudah dinyatakan sakit campak.
Ia memperlihatkan foto ruam kemerahan yang muncul di bagian tangan hingga kaki. Unggahan itu memicu banyak respons dari warganet yang menilai tindakannya berbahaya.
"Udh silaturahmi ke dm nya kesel bgt itu kalo ada ibu hamil kasian bgt. Temen gw soalnya pas hamil kena campak & maaf bgt skrg anaknya berkebutuhan khusus," komentar warganet.
"Vaksin campak itu penting guys. Dan yg lg sakit tolong jgn berkeliaran. Penularannya sangat cpat. Takutnya ibu hamil dan baby blm lengkap imunisasi bisa kena tular," kata warganet lain.
Ruce pun meminta maaf kaarena kontroversi yang dilakukannya tersebut. Ia menjelaskan dirinya e Unit Gawat Darurat (UGD) dan sempat meminta untuk dirawat inap. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, kondisinya dinilai tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Ia juga mengaku baru sepenuhnya memahami untuk tidak keluar rumah, bahkan meski berolahraga sekalipun, setelah mendapat banyak teguran.
Ruce juga mengaku dirinya baru tahu tidak boleh keluar rumah saat terkena campak karena bisa menular.
Penjelasan Dokter
Konsultan Penyakit Infeksi dan Tropik Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, dr Mulya Rahma Karyanti mengatakan bahwa campak penyakit sangat menular melalui udara atau airborne.
"Dan itu bisa menularkan dari 1 kasus campak ke sekitarnya sampai 18 kasus," ucapnya dalam konferensi pers, Kamis (26/2), dikutip dari detikcom.
Campak bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh terutama anak yang rentan mengalami infeksi lain seoerti paru-paru atau pneumonia.
Selain itu, campak juga bisa memicu komplikasi berupa diare berat yang berisiko menyebabkan dehidrasi.
Kondisi berat lainnya adalah virus campak bisa menyerang otak dan menyebabkan ensefalitis campak atau peradangan otak berpotensi mengancam nyawa.
"Makanya kalau ada kasus yang anak denger orang, segera berobat ke puskesmas pus, atau faskes terdekat, sehingga diobati dan dicari pengobatannya, dan dicari penyebabnya," imbuhnya.
"Kemudian, kalau ditemukan anak yang dengan, misalnya melihat anak yang dengan ruang kemerahan itu, nah itu sebaiknya diisolasi, jadi dia harus istirahat. Karena pasien ini bisa menularkan ke sekitarnya," pungkasnya.
(dis)