Advertisement

Begini Imbauan Kemenhaj soal Keberangkatan Umrah yang Ditunda

agn | Insertlive
Ilustrasi sajadah, tasbih, salat, umrah, haji
Begini Imbauan Kemenhaj soal Keberangkatan Umrah yang Ditunda/Foto: Freepik
Jakarta -

Kondisi dunia mendapatkan imbas dari konflik yang sedang terjadi antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia atau Kemenhaj RI pun menerbitkan imbauan resmi bagi travel umrah untuk menyikapi situasi tersebut. Salah satunya adalah calon jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat diminta untuk menunda keberangkatannya semetara waktu.

Dalam keterangan resmi yang dilihat dari detikcom, Kemenhaj RI menindaklanjuti surat Kementerian Luar Negeri Nomor 00519/PK/03/2026/68/11 tanggal 1 Maret 2026 tentang Permohonan Penundaan Keberangkatan Jemaah Umrah Untuk Sementara Waktu dengan mengeluarkan imbauan tentang langkah-langkah antisipatif. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memitigasi keamanan jemaah umrah.

Kemenhaj R juga meminta seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah atau PPIU untuk segera melaporkan data jemaah sebagai langkah mitigasi, perlindungan dan koorinasi reaptriasi lewat link yang sudah disematkan.

Advertisement

Travel umrah juga diminta untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap jemaah yang melakukan perjalanan lewat bandara transit yang saat ini mengalami keterlambatan atau tertahan di bandara Saudi atau bandara lain di kawasan Timur Tengah.

Pendataan ini bertujuan untuk memastikan jemaah umrah mendapatkan perlindungan, pemantauan hingga fasilitas kepulangan sesuai dengan perkembangan kondisi. Berikut isi lengkap imbauan Kemenhaj untuk travel umrah:

1. Menginstruksikan kepada seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) melalui Asosiasi PIHK dan PPIU untuk segera melakukan pelaporan data jemaah guna langkah mitigasi, pelindungan dan koordinasi repatriasi melalui link https://www.research.net/r/mitigasiumrohdarurat;

2. Melakukan pendataan menyeluruh terhadap jemaah yang melakukan perjalanan melalui bandara transit dan saat ini mengalami keterlambatan atau tertahan di Bandara Arab Saudi maupun Bandara lain di kawasan Timur Tengah, guna memastikan pelindungan, pemantauan, serta langkah penanganan dan fasilitasi kepulangan sesuai kondisi yang berkembang;

3. Mengimbau seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk menunda keberangkatan sampai kondisi kembali kondusif; dan

4. Sebagai sarana komunikasi, informasi dan pengaduan jemaah umrah dapat ditujukan ke WA Center +6282311014646, email: [email protected].

Imbauan ini diumumkan tidak bersifat permanen melainkan langkah pereventif sampai kondisi dinilai kondusif. Pemerintah juga menilai aspek keamanan dan perlindungan jemaah harus menjadi prioritas utama.

(agn/dia)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement