Advertisement

Tren Wellness 2026: Gen Z Jadikan Ramadan Momen Detoks Digital

ARM | Insertlive
Bored Asian man relaxed and use smartphone for killing time alone in apartment.
Tren Wellness 2026: Gen Z Jadikan Ramadan Momen Detoks Digital (Foto: Rachata Teyparsit)
Jakarta -

Bulan Suci Ramadan kerap dijadikan sebagai momen untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Berubahnya pola makan, tidur, dan olahraga juga dijadikan sebagai kesempatan untuk menata ulang kebiasaan dan memulai pola hidup yang lebih seimbang dan berkelanjutan.

Menurut laporan Gaya Hidup Sehat Indonesia 2025 dan Wellness Lifestyle Indonesia 2025, terjadi pergeseran prioritas, khususnya di kalangan generasi muda.

Kesehatan tidak lagi dipahami sekadar bebas dari penyakit fisik, tetapi mencakup keseimbangan mental (mindfulness), pengelolaan konsumsi digital (digital wellbeing), serta kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan (eco-conscious living).

Advertisement

Data menunjukkan bahwa konsep wellness saat ini bertumpu pada empat pilar utama, yakni nutrisi sehat, aktivitas fisik rutin, kesehatan mental, serta hubungan sosial yang berkualitas.

Di saat yang sama, praktik digital wellbeing juga semakin populer, masyarakat mulai mengelola waktu layar (screen time) dan melakukan detoks digital untuk mengurangi stres dan kecemasan akibat konektivitas yang berlebihan.

"Ramadan adalah momen terbaik untuk menekan tombol pause dan melakukan reset menyeluruh, baik untuk tubuh, pikiran, maupun kebiasaan kita terhadap lingkungan. Kami melihat tren Wellness bukan sekadar angka, tapi sinyal bahwa masyarakat merindukan keseimbangan," ujar Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, dalam acara buka bersama, Senin (23/2).

Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk refleksi dan pemulihan diri. Mengurangi distraksi digital, memperbaiki kualitas istirahat, dan melatih kesadaran diri menjadi langkah sederhana yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan mental dan fisik.

Teknologi wearable berperan sebagai alat bantu yang mendukung kesadaran tersebut. Melalui fitur pemantauan kesehatan, pengguna dapat memahami kondisi tubuh secara lebih komprehensif dan membuat keputusan gaya hidup yang lebih bijak.

"Kami ingin teknologi kami membantu pengguna untuk lebih 'hadir' di momen nyata; memantau stres dengan lebih bijak, melakukan detoks digital, dan kembali terhubung dengan alam," sambungnya.

(arm/fik)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement