Apa Itu Skin Cycling? Tren Skincare Viral yang Bikin Wajah Glowing Maksimal
Apa Itu Skin Cycling? Tren Skincare Viral yang Bikin Wajah Glowing Maksimal
Tren perawatan wajah alias skincare terus berkembang, kini muncul istilah baru yang disebut skin cycling. Cara perawatan wajah satu ini disebut bisa membuat wajah glowing maksimal tanpa perlu menggunakan terlalu banyak produk.
Pasalnya, menggunakan terlalu banyak produk skincare bisa membuat seseorang cenderung malas untuk merawat wajah. Tak hanya itu, terkadang ada beberapa produk yang berisiko menyebabkan kulit wajah iritasi.
Namun kini ada tren perawatan wajah baru yang disebut skin cycling, di mana kulit diberi waktu 'istirahat' dari penggunaan berbagai produk skincare. Metode ini pun disebut bisa membantu kulit wajah lebih glowing dengan alami.
Lantas apa itu sebenarnya skin cycling dan bagaimana cara melakukannya? Berikut adalah ulasannya.
Apa Itu Skin Cycling?
Skin cycling merupakan metode yang diciptakan oleh dermatologis asal New York, dr. Whitney Bowe. Perawatan kulit ini menjadi viral karena diakui oleh banyak dokter kecantikan sebagai metode efektif untuk perawatan kulit.
Inti dari skin cycling sangat sederhana, yakni memberikan waktu istirahat bagi kulit wajah tanpa perlu menggunakan banyak produk. Hal ini karena kulit, layaknya otot, memerlukan waktu istirahat setelah ‘kerja keras’ menerima berbagai produk skincare.
|
Baca Juga : DIY Lip Scrub Cuma Pakai 4 Bahan Dapur
|
Kulit tak perlu menerima berlapis-lapis produk skincare setiap malam, tetapi diberi jarak untuk beristirahat. Hasilnya, kulit glowing dengan maksimal dengan iritasi yang minimal.
Skin cycling kemudian disebut cocok dengan pemilik kulit sensitif karena tak mendorong pengguna skincare untuk menggunakan terlalu banyak produk dalam semalam. Memberikan jarak penggunaan skincare bisa mencegah potensi iritasi pada kulit akibat produk skincare.
Cara Melakukan Skin Cycling
Apa Itu Skin Cycling? Tren Skincare Viral yang Bikin Wajah Glowing Maksimal/ Foto: Freepik |
Skin cycling bisa dilakukan dengan mudah. Pemula bisa membiasakan rotasi perawatan alias skin cycling selama empat malam untuk membiasakan diri dengan metode perawatan ini. Berikut merupakan langkah-langkahnya.
1. Malam Pertama: Lepaskan Semuanya
Mulai skin cycling dengan membersihkan wajah dengan sabun muka, kemudian dilanjutkan dengan produk eksfoliasi yang tidak perlu dibilas seperti produk yang mengandung AHA atau BHA.
Langkah ini meluruhkan sel kulit mati secara lembut dan membersihkan pori-pori kulit, serta membuat wajah lebih segar. Selain itu, langkah ini juga mempersiapkan kulit untuk bisa menyerap produk di malam selanjutnya dengan lebih maksimal.
Perawatan pada malam pertama cukup ditutup dengan pelembab sederhana tanpa kandungan berlebihan.
2. Malam Kedua: Pemain Kuat
Malam kedua jadi momen di mana Anda bisa menggunakan produk skincare yang lebih kuat. Setelah membersihkan wajah, pastikan wajah Anda kering sempurna untuk menghindari potensi iritasi.
Gunakan retinoid, baik dalam bentuk serum maupun krim dengan kandungan lebih ‘keras’. Retinol bisa membantu sel kulit untuk berkembang dengan lebih baik, mendorong produksi kolagen hingga mempercepat pembaruan sel.
Hal ini bisa membantu mengurangi garis halus pada kulit. Rutinitas skincare di malam kedua juga cukup ditutup dengan pelembab sederhana.
3. Malam Ketiga dan Keempat: Istirahat dan Perbaikan
Malam ketiga adalah waktu untuk berhenti menggunakan produk skincare dengan kandungan ‘keras’. Jadikan malam ketiga sebagai waktu istirahat bagi kulit dengan berfokus pada perbaikan skin barrier.
Anda perlu membuat kulit wajah menggunakan produk yang sangat melembabkan. Gunakan serum yang menenangkan dengan kandungan seperti hyaluronic acid, gliserin, atau sedikit niacinamide.
Setelah itu, gunakan krim pelembab menenangkan, idealnya mengandung banyak ceramide untuk mengunci produk dalam kulit.
Rutinitas ini bisa diulang untuk bisa memberikan efek glowing maksimal bagi kulit. Skin cycling sangat berfokus pada perbaikan skin barrier tanpa perlu menggunakan produk dengan kandungan bahan aktif yang berpotensi jadi penyebab iritasi.
Metode skin cycling kemudian bisa diatur sesuai dengan kebutuhan Anda. Misalnya, langkah-langkah diatas bisa diperpanjang menjadi lima hari dengan menambahkan waktu istirahat bagi kulit, atau mengganti produk dengan kandungan yang lebih lembut.
Sementara bagi mereka yang punya kulit berminyak dengan potensi jerawat, rutinitas skin cyling bisa dipotong menjadi tiga hari. Pada intinya, metode ini bisa dilakukan sesuai dengan kebiasaan dan kebutuhan kulit Anda.
(asw)
Apa Itu Skin Cycling? Tren Skincare Viral yang Bikin Wajah Glowing Maksimal/ Foto: Freepik