Advertisement

10 Ide Permainan Edukatif Islami untuk Sanlat Anak dan Remaja

Steffy Gracia | Insertlive
Santri membawa karpet sajadah menuju masjid Darul Mukhlishin di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (18/2/2025). Persiapan menyambut Ramadhan 1447 H di masjid kompleks Pondok Pesantren Darul Mukhlishin yang sempat dipenuhi kayu gelondongan pascabanjir bandang itu diisi dengan kegiatan bersih-bersih masjid, memasang karpet, dan kultum yang diikuti para santri dan santriwati. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom.
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

10 Ide Permainan Edukatif Islami untuk Sanlat Anak dan Remaja

Kegiatan pesantren kilat atau sanlat selalu jadi agenda yang inanti saat Ramadan tiba.

Selain memperdalam ilmu agama, kegiatan ini juga jadi ruang berkumpul yang menyenangkan bagi anak dan remaja.

Agar suasana tidak monoton, permainan edukatif bernuansa Islami bisa jadi pilihan tepat untuk menghidupkan kelas sekaligus memperdalam pemahaman agama.

Lewat konsep yang kreatif dan interaktif, sanlat tak hanya terasa menyenangkan, tetapi juga meninggalkan kesan positif bagi peserta.

Advertisement

Lalu, permainan apa saja yang bisa dicoba untuk membuat kegiatan sanlat makin berkesan? Berikut ide-idenya untuk Insertizen.


1. Sambung Ayat Al-Qur’an

Permainan sambung ayat-ayat Al Qur’an menjadi salah satu pilihan klasik yang selalu efektif menguji hafalan peserta.

Pemandu bisa membacakan potongan ayat, lalu peserta melanjutkan ayat berikutnya secara bergiliran.

Contohnya saat dibacakan “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin…”, peserta menyambung dengan ayat selanjutnya hingga rangkaian bacaan lengkap.

Selain melatih daya ingat, permainan ini juga menjadi momen memperbaiki tajwid dan makhraj huruf.

Sistem poin dapat diterapkan untuk menambah semangat. Kegiatan ini cocok ditempatkan setelah sesi mengaji atau murojaah agar materi yang telah dipelajari semakin melekat.

2. Puzzle Ayat Al-Qur’an

Permainan ini dilakukan dengan mencetak satu ayat Al-Qur’an, lalu memotongnya menjadi beberapa bagian seperti puzzle.

Peserta bisa dibagi dalam tim dan diminta menyusunnya kembali dengan urutan yang tepat. Setelah selesai, ayat tersebut bisa dibahas maknanya secara singkat.

Dengan begitu, peserta tidak hanya fokus pada kecepatan menyusun, tetapi juga memahami isi ayat.

3. Lomba Doa Harian

Permainan untuk sanlat selanjutnya adalah lomba doa harian. Permainan ini membantu memperkuat kebiasaan membaca doa dalam aktivitas sehari-hari.

Kegiatan ini dapat dimulai dengan menyiapkan kertas berisi nama-nama doa harian yang dimasukkan ke dalam wadah. Peserta mengambil satu kertas secara acak, lalu melafalkan doa yang tertera di depan kelompok.

Penilaian dapat dilihat dari kelancaran dan ketepatan bacaan. Untuk tingkat lanjutan, peserta dapat diminta menjelaskan arti dan kapan doa tersebut dibaca.

Permainan ini sederhana namun efektif membangun kesadaran bahwa doa adalah bagian penting dari rutinitas harian.

4. Cerdas Cermat Islami

Untuk permainan cerdas cermat Islami, permainan ini bisa dilakukan dengan membagi peserta menjadi beberapa tim.

Pemandu kemudian menyiapkan daftar pertanyaan seputar sejarah nabi, fikih, akidah, atau pengetahuan Al-Qur’an.

Setiap jawaban benar mendapat poin, dan tim dengan skor tertinggi menjadi pemenang.

Format ini efektif melatih kerja sama sekaligus memperkaya wawasan keislaman.


5. Lomba Adzan

Lomba adzan menjadi ajang melatih keberanian sekaligus kemampuan melafalkan panggilan salat dengan benar.Dalam permainan ini, peserta bisa diminta maju satu per satu mengumandangkan adzan.

Penilaiannya sendiri dapat meliputi ketepatan bacaan, nada, serta sikap saat melafalkan adzan.

Selain melatih keberanian tampil, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa percaya diri dan penghargaan terhadap syiar Islam.

6. Be The One

Permainan Be The One terinspirasi dari konsep tebak gaya dan bisa dimainkan secara berkelompok.

Peserta memperagakan istilah atau praktik Islami seperti gerakan salat, wudhu, atau kata hijrah, sementara tim lain menebaknya.

Aktivitas ini menghadirkan suasana santai tanpa menghilangkan unsur edukasi. Melalui cara yang ringan, peserta jadi lebih memahami praktik ibadah secara visual.

Permainan ini efektif mencairkan suasana, terutama jika dilakukan di tengah sesi materi yang padat.

7. Teka Teki Islami

Games islami berkelompok ini mengasah logika dan pengetahuan agama.

Pemandu bisa menyiapkan beberapa pertanyaan teka-teki bertema Islam seperti “Aku adalah surah yang tidak diawali Basmalah. Siapakah aku?” (Jawaban: Surah At-Taubah).

Peserta bisa menjawab secara individu atau berdiskusi dengan tim sebelum menyampaikan jawaban.

Tingkat kesulitan dari permainan ini juga dapat disesuaikan dengan usia peserta.

Permainan ini melatih logika sekaligus memperluas pengetahuan agama dengan cara yang santai.


8. Menulis Kaligrafi Islami

Kompetisi menulis kaligrafi mengajak peserta menyalurkan kreativitas melalui huruf Arab, khususnya ayat suci Al-Qur’an.

Penilaian dapat mencakup ketepatan kaidah penulisan seperti Naskhi, Tsulust, atau Farisi, serta aspek kerapian dan komposisi warna.

Selain melatih seni, kegiatan ini juga memperkenalkan keindahan tulisan Al-Qur’an. Hasil karya dapat dipajang sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan selama sanlat berlangsung.

9. Balas Pantun Tema Ramadan

Balas pantun bertema Ramadan dapat mengasah kreativitas berbahasa sekaligus menyisipkan pesan moral.

Peserta bisa dibagi menjadi kelompok untuk saling berbalas pantun dalam waktu yang ditentukan.Permainan ini menghadirkan suasana ceria tanpa meninggalkan nilai edukatif.

Selain melatih spontanitas dan kreativitas berbahasa pantun juga menjadi cara ringan mengingatkan pentingnya ibadah dan kebiasaan baik selama Ramadan.

10. Tebak Karakter atau Tokoh Islam

Dalam permainan ini, pemandu memberikan deskripsi singkat tentang tokoh Islam, lalu peserta menebak siapa yang dimaksud.

Misalnya petunjuk tentang sahabat Nabi yang dijuluki Singa Allah dengan jawaban Hamzah bin Abdul Muthalib.

Aktivitas ini memperkaya wawasan sejarah Islam dan mengenalkan figur teladan. Untuk menambah interaksi, peserta bisa diminta memerankan tokoh tersebut secara singkat agar suasana semakin hidup.

Itulah beberapa permainan edukatif Islami untuk sanlat anak dan remaja yang bisa dijalankan di Ramadan 2026 ini. Dengan konsep yang tepat, kegiatan belajar pun terasa lebih hidup sekaligus tetap sarat makna.



(Steffy Gracia/naa)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement