7 Ciri Silent Treatment di Lingkungan Kerja yang Sering Dianggap Sepele
Silent treatment di lingkungan kerja sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi bentuk komunikasi tidak sehat.
Selain itu, sikap ini juga menimbulkan lingkungan kerja menjadi tidak nyaman dan berdampak buruk untuk rekan satu tim.
Dalam dunia kerja modern, perilaku ini termasuk bagian dari toxic workplace yang berimbas pada mental, produktivitas, hingga hubungan profesional.
|
Baca Juga : 6 Bahaya Silent Treatment Bagi Hubungan
|
Dilihat dari psikologi kerja, silent treatment bisa menjadi bentuk emotional manipulation.
Jika terus terjadi, penting membangun komunikasi terbuka agar konflik tidak merusak kesehatan mental maupun kinerja tim.
Berikut beberapa ciri silent treatment di kantor yang sering terjadi.
1. Sengaja Mengabaikan Komunikasi
Pesan kerja tidak dibalas, email diabaikan, atau pura-pura tidak mendengar saat diajak bicara.
2. Tidak Melibatkan dalam Diskusi Tim
Rekan kerja atau atasan sengaja tidak mengajak rapat, brainstorming, atau keputusan penting.
3. Suasana Mendadak Dingin
Seseorang yang biasanya ramah tiba-tiba berubah cuek tanpa penjelasan.
4. Komunikasi Lewat Orang Lain
Alih-alih bicara langsung, informasi justru disampaikan melalui rekan lain.
5. Kontak Mata Dihindari
Bahasa tubuh menunjukkan penolakan seperti menghindari duduk bersama atau menoleh saat berbicara.
6. Kritik Disampaikan Secara Pasif
Bukan menegur langsung, tetapi menyindir atau diam berkepanjangan.
7. Membuat Korban Merasa Bersalah
Orang yang didiamkan justru dibuat merasa dirinya penyebab masalah.
(dis/dis)