Dahulukan Sahur atau Mandi Wajib Dulu?
Mandi wajib dilakukan untuk menyucikan diri dari hadas besar, seperti haid, nifas, hingga keluarnya air mani ketika melakukan hubungan suami-istri.
Di bulan Ramadan, sering muncul pertanyaan terkait mandi wajib dan sahur. Mana yang harus dilakukan terlebih dahulu.
Dalam buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-Hari dari Kandungan hingga Kematian karya Muh. Hambali, dijelaskan bahwa mayoritas ulama dari empat mazhab membolehkan seseorang untuk mandi wajib hingga setelah terbit fajar.
Mandi wajib tidak memengaruhi sah atau tidaknya puasa, berdasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA dan Ummu Salamah RA, yaitu:
"Nabi Muhammad SAW pernah memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub karena berjima'. Kemudian (setelah waktu Subuh tiba) beliau mandi dan berpuasa." (HR Bukhari dan Muslim)
Selain itu, terdapat juga hadis lainnya yang diriwayatkan dari Ummu Salamah RA terkait Rasulullah yang mendahulukan sahur:
"Nabi Muhammad SAW pernah mandi junub saat memasuki waktu subuh dan beliau tidak meng-qadha (puasa pada hari tersebut)." (HR Muslim)
Berdasarkan dua hadis di atas, umat Muslim diperbolehkan untuk makan sahur terlebih dahulu, lalu dilanjutkan mandi wajib sebelum melakukan salat Subuh.
|
Baca Juga : Belum Mandi Wajib, Apakah Puasa Sah?
|
Namun, lebih baik untuk menyegerakan mandi wajib sebelum memasuki waktu Subuh.
Hal tersebut disampaikan oleh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki dalam kitab Ibanatul Ahkam.
"Orang yang berpuasa boleh menunda mandi junub hingga waktu setelah fajar terbit. Tetapi yang lebih utama adalah ia menyegerakan mandi wajib sebelum terbit fajar atau sebelum Subuh."
(arm/arm)