Advertisement

Salat Tahajud 2 Rakaat, Apakah Harus Ditutup dengan Witir?

ARM | Insertlive
Ilustrasi salat
Salat Tahajud 2 Rakaat, Apakah Harus Ditutup dengan Witir? (Foto: Freepik)
Jakarta -

Di bulan Ramadan pahala ibadah yang dilakukan oleh umat Muslim akan dilipatgandakan oleh Allah Swt.

Setiap ibadah yang dilakukan seperti sedekah, membaca Al-Quran, dan salat, akan mendapatkan ganjaran yang berkali-kali lipat dibandingkan bulan lainnya.

Selain melaksanakan ibadah wajib, Rasulullah saw pernah bersabda bahwa melaksanakan amalan sunnah di bulan Ramadan memiliki nilai sama dengan amalan wajib di luar Ramadhan, sementara amalan wajib pahalanya berlipat 70 kali lipat.

Salah satu ibadah sunnah yang bisa dilakukan umat Muslim yakni shalat tahajud sembari menunggu waktu sahur.

Advertisement

Rasulullah saw melakukan salat tahajud dengan minimal 2 rakaat dan melakukan salat witir setelahnya.

Lalu, muncul pertanyaan apakah salat tahajud 2 rakaat harus ditutup dengan witir?

Terkait pertanyaan itu, Rasulullah saw pernah bersabda yang kemudian diriwayatkan dalam hadis shahih yang termaktub dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi.

"Sholat pada waktu malam adalah dua rakaat-dua rakaat. Dan apabila kamu khawatir akan datangnya waktu subuh, maka sholat Witirlah satu rakaat." (Muttafaq 'alaih)

Terkait hadis tersebut, Imam an-Nawawi mengatakan bahwa hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Tahajud bab Salatnya Nabi SAW dan Imam Muslim dalam kitab Musafir bab Salat Malam Dua-dua Rakaat dan Witir Satu Rakaat di Akhir Malam.

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى وَيُوَتِرُ بِرَكْعَةِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya: "Biasanya Nabi SAW sholat pada waktu malam dua rakaat-dua rakaat, dan Witir satu rakaat." (Muttafaq 'alaih)

Dari hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa menutup salat tahajud dengan witir adalah sebuah keutamaan karena perilaku yang dilakukan oleh Rasulullah saw.

(arm/arm)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement