Ganti Kopi dengan Matcha selama 30 Hari, Ini Efek yang Akan Terjadi Pada Tubuh
Ganti Kopi dengan Matcha selama 30 Hari, Ini Efek yang Akan Terjadi Pada Tubuh
Banyak orang yang memulai hari dengan meminum segelas kopi. Minuman ini memiliki kandungan kafein yang memiliki manfaat menjadi lebih fokus, berenergi, dan meningkatkan fungsi otak.
Namun, tidak semua orang bisa mengonsumsi kopi karena bisa memberikan efek jantung berdebar dan kelelahan setelah efek kafeinnya hilang.
Sebuah penelitian yang dilakukan secara pribadi oleh Danielle Fontana, seorang penulis kesehatan, mengungkapkan bagaimana efek yang dirasakan tubuh setelah meninggalkan kopi dan menggantinya dengan matcha.
Matcha lebih unggul daripada teh hijau
Matcha dan teh hijau merupakan dua jenis yang berbeda. Matcha berasal dari daun teh yang ditanam di tempat teduh agar kandungan gizinya lebih tinggi, lalu digiling menjadi bubuk halus.
Saat minum matcha, kita mengonsumsi seluruh daun teh, sehingga antioksidannya jauh lebih banyak, hingga 10 kali dibanding teh hijau biasa dan bahkan lebih tinggi daripada blueberry.
Menurut penelitian, ini efek dan perubahan yang akan kamu rasakan ketika konsisten meminum matcha:
Matcha dinilai lebih aman dalam memberikan energi pada tubuh
Kandungan kafein dalam kopi cepat diserap ke dalam aliran darah dan menyebabkan lonjakan kewaspadaan, tetapi juga menurun dengan tajam.
Sedangkan matcha mengandung asam amino langka yang disebut L-Theanine yang memperlambat penyerapan kafein, melepaskan energi secara bertahap dan stabil selama 4 sampai 6 jam.
Kandungan tersebut juga merangsang gelombang otak alfa, yang terkait dengan konsentrasi tinggi dan relaksasi (mirip dengan meditasi).
Selain itu, matcha juga kaya akan katekin, terutama EGCG (Epigallocatechin gallate), yang menurut penelitian membantu mengurangi peradangan seluler, mencegah penyakit kronis, dan dapat meningkatkan metabolisme lebih baik daripada minuman lainnya.
Apa yang terjadi pada tubuh setelah beralih ke matcha?
Minggu 1: Penyesuaian dan gejala penarikan kafein
Awalnya, ada sedikit kerinduan akan aroma kopi, tetapi yang langsung terasa adalah energi yang stabil sepanjang hari, tidak ada rasa gugup berlebihan di pagi hari dan tidak ada kelelahan berat di sore hari.
Minggu ke-2–3: Peningkatan fokus dan perubahan kulit
Saat tubuh beradaptasi dengan kafein dari teh hijau, fokus di tempat kerja menjadi lebih stabil. Selain itu, antioksidan yang terkandung dalam matcha berpengaruh positif pada pencernaan dan membuat kulit tampak lebih bercahaya.
Minggu ke-4: Pembiasaan dan perubahan gaya hidup
Setelah satu bulan, Danielle memperhatikan penurunan yang signifikan dalam keinginan minum kopi dan peningkatan kualitas tidur, karena kafein dalam matcha terurai dengan lebih lembut.
|
Baca Juga : 6 Perbedaan Odading dan Donat, Jangan Salah Lagi
|
Meskipun menyehatkan, Katherine memperingatkan bahwa matcha tetap mengandung kafein, dan merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 2-3 cangkir per hari.
Beralih dari kopi ke matcha mungkin bukan hanya tentang mengubah rasa, tetapi juga tentang menyesuaikan ritme hidup agar lebih lambat tetapi lebih bertenaga.
(arm/fik)