Advertisement

Mindset Kaya Vs Mindset Miskin: Mana yang Lebih Menentukan Masa Depanmu?

Astrid Riyani Atmaja | Insertlive
Ilustrasi gen z, generasi z, anak muda, remaja, sekolah
Mindset Kaya vs Mindset Miskin: Mana yang Lebih Menentukan Masa Depanmu? (Foto: Freepik)
Jakarta -

Mindset Kaya Vs Mindset Miskin: Mana yang Lebih Menentukan Masa Depanmu?

Mindset termasuk salah satu faktor yang mempengaruhi pencapaian hidup seseorang saat ini, khususnya dalam aspek finansial. Tingkat kekayaan atau kesuksesan seseorang dapat ditentukan bagaimana cara orang tersebut menanamkan pola pikirnya di bawah alam sadar. Itulah sebabnya terdapat perbedaan kelas sosial di masyarakat.

Secara psikologis, orang kaya dan orang miskin memiliki cara pandang yang berbeda terhadap segala aspek kehidupan. Tidak hanya dari segi keuangan, mindset tersebut juga akan menentukan arah kehidupan seseorang di masa mendatang. Lantas, mindset mana yang lebih menentukan masa depanmu? Yuk, simak informasinya berikut ini!

Advertisement


Perencanaan Keuangan

Perbedaan dari mindset kaya dan miskin yang paling mencolok adalah cara mereka dalam mengelola penghasilan. Jika kamu masih selalu menghabiskan gajimu untuk memuaskan hasrat sesaat, tandanya kamu masih memiliki mindset miskin. Alhasil, tidak ada sisa uang yang terkumpul untuk tabungan masa depan.

Berbeda dengan orang bermindset kaya yang selalu memandang pemasukan sebagai sesuatu yang perlu direncanakan secara matang. Jadi, mereka tidak hanya sekadar menikmati gaji, melainkan selalu berpikir bagaimana cara memanfaatkan pemasukan tersebut agar terus bertambah. Misalnya, menyisihkan sebagian pemasukan untuk berinvestasi. Melansir dari Forbes, investasi yang dilakukan sejak dini akan memberi waktu lebih banyak untuk menghasilkan keuntungan bahkan sebelum dana tersebut dibutuhkan.

Pengeluaran

Mindset si kaya dan si miskin juga terlihat dari bagaimana cara mereka menghabiskan uang. Apakah uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan?

Contoh kecilnya adalah dalam penggunaan handphone. Selama handphone tersebut masih berfungsi sempurna, orang bermindset kaya tidak akan membeli yang baru. Mereka lebih peduli dengan sisa uang mereka dibandingkan mengikuti perkembangan tren.

Berbanding terbalik dengan mindset miskin yang cenderung bertindak impulsif. Mereka umumnya lebih peduli dengan citra mereka di masyarakat. Bahkan, mereka tak ragu untuk membelanjakan sesuatu melebihi kemampuan finansial mereka.


Pengambilan Risiko

Orang bermental kaya biasanya disebut sebagai si risk taker. Mereka cenderung menyukai tantangan dan hal-hal baru meskipun harus mengambil risiko. Alih-alih sebagai sebuah risiko, mereka justru menganggap hal tersebut sebagai kesempatan untuk berkembang.

Berbeda dengan orang bermental miskin yang biasanya lebih betah berada di zona nyaman. Jika sudah nyaman dengan pekerjaan dan gajinya saat ini, mereka biasanya enggan untuk mencoba hal baru dan berkembang.

Kerja Keras

Etos kerja yang dimiliki oleh orang dengan mindset kaya dan miskin juga jauh berbeda. Orang bermental kaya biasanya sangat percaya pada hukum tabur tuai. Apa yang mereka tabur di masa sekarang akan menuai keuntungan yang banyak di masa depan. Mereka rela bekerja keras hingga kelelahan untuk mendapat hasil yang banyak.

Sementara orang dengan mindset miskin cenderung menyukai hasil yang instan. Mereka sudah ingin meraih hasil yang besar meskipun baru merintis. Kebanyakan dari mereka akan selalu menghindar saat diberi tanggung jawab besar. Padahal, tanggung jawab tersebut bisa saja menjadi batu loncatan untuk menaikkan gaji mereka.

Itulah perbedaan mindset orang kaya dan orang miskin. Insertizen perlu menanamkan mindset yang tepat agar kehidupan lebih terjamin. Rencana di masa sekarang akan sangat menentukan arah kehidupan di masa depan.



(Astrid Riyani Atmaja/fik)

Komentar

!nsertlive

Advertisement