Advertisement

Ini 8 Sikap Pria yang Menunjukkan Ketidakbahagiaan Emosional

Astrid Riyani Atmaja | Insertlive
Pria depresi
Ini 8 Sikap Pria yang Menunjukkan Ketidakbahagiaan Emosional / Foto: Andrii Rakov
Jakarta -

Ketidakbahagiaan bisa dirasakan oleh siapa saja, termasuk pria. Sayangnya, sentimen masyarakat sering kali menuntut para pria untuk menjadi sosok tangguh. Pandangan ini mendorong para pria untuk selalu menyembunyikan perasaan mereka.

Akibatnya, banyak pria yang tidak benar-benar memahami kondisi emosionalnya sendiri. Meski begitu, perasaan tidak bahagia ini dapat terbaca dari beberapa sikap dan perilaku yang kerap muncul tanpa disadari.

Berikut ini tanda-tanda sikap pria yang tidak menunjukkan ketidakbahagiaan emosional:

1. Kehilangan Minat dan Hobi

Pria yang tidak bahagia biasanya tidak memiliki minat terhadap segala hal. Faktor psikologis yang tidak stabil menghambat mereka untuk merasa senang atau termotivasi pada hal lain. Hilangnya minat ini sering kali menjadi mekanisme pertahanan terhadap rasa ketidakbahagiaan mendalam. Bukannya terhibur, kegiatan baru justru berpotensi menambah beban emosional mereka.

Advertisement

2. Mudah Tersulut Emosi

Ketidakstabilan emosi sering kali membuat pria yang tidak bahagia mudah marah. Sikap mereka yang mudah tersulut ini merupakan hasil dari rasa frustasi yang sudah dipendam sejak lama. Alhasil, masalah-masalah kecil yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cepat justru dapat membuat mereka meledak.

Selain itu, pria yang tidak bahagia juga cenderung tidak sabaran dan sering mengeluh. Alih-alih berusaha mengatasi masalah, mereka lebih memilih melayangkan komplain terhadap hal yang mengganggu.

3. Pesimis

Ketidakbahagiaan emosional juga membuat sebagian pria sulit percaya terhadap perasaan bahagia itu sendiri. Dalam pandangan mereka, setiap usaha diyakini akan berujung pada kegagalan. Sebenarnya, sikap ini merupakan proyeksi dari rasa pesimis yang lahir dari ketidakbahagiaan mendalam yang mereka rasakan.

4. Melakukan Kegiatan Negatif

Banyak pria yang melampiaskan perasaan tidak bahagia mereka pada kegiatan-kegiatan yang merugikan, seperti merokok, mengonsumsi alkohol, atau bermain gim tanpa henti. Jika kondisinya sudah cukup parah, sebagian bahkan bisa beralih ke penggunaan obat-obatan terlarang.

Kegiatan-kegiatan tersebut kerap dijadikan pelarian dari perasaan yang menyiksa. Padahal, perbuatan itu justru malah memperburuk keadaan.

5. Mengalami Gangguan Tidur

Kondisi psikologis yang menurun dapat mengganggu kualitas tidur seseorang, termasuk pada pria. Rasa tidak bahagia memunculkan kekhawatiran berlebih dan stres yang memaksa otak untuk terus berputar dalam lingkaran pikiran negatif. Otak yang seharusnya istirahat jadi terganggu. Akibatnya, pria yang tidak bahagia rentan mengalami gangguan tidur, seperti insomnia atau mungkin terbangun di tengah malam.

6. Kurang Peka

Ketidakbahagiaan seorang pria sering kali membuat mereka terpusat pada dirinya sendiri. Mereka jadi kurang peduli terhadap perasaan dan masalah orang lain. Masalah pribadi yang tersimpan di benak sudah cukup membebani pikiran sehingga mereka kesulitan untuk menunjukkan empati terhadap persoalan orang lain.

7. Enggan Bersosialisasi

Pria yang tidak bahagia cenderung pendiam dan enggan bersosialisasi dengan orang-orang terdekat mereka. Ketidakbahagiaan membuat mereka menarik diri dari lingkungan sosial. Pikiran negatif yang menghantui benak mereka sering kali membuat mereka merasa tidak punya hal menarik untuk dibagikan. Dari situlah muncul ketakutan dan kecemasan akan penolakan dari lingkungan sekitar.

8. Lepas Tanggung Jawab

Selain menghindari lingkungan sekitar, pria yang tidak bahagia juga kerap menghindari tanggung jawab. Misalnya, menunda-nunda pekerjaan atau justru tidak mengerjakannya sama sekali. Rasa tidak bahagia yang menumpuk membuat mereka kewalahan dan putus asa terhadap segala hal yang dilakukan. Akibatnya, tugas-tugas penting jadi terabaikan.

(Astrid Riyani Atmaja/fik)

Komentar

!nsertlive