Advertisement

AI Digunakan di Dunia Kecantikan, Profesi Beauty Advisor Bakal Terancam?

agn | Insertlive
AI Digunakan di Dunia Kecantikan, Profesi Beauty Advisor Terancam?
AI Digunakan di Dunia Kecantikan, Profesi Beauty Advisor Bakal Terancam?/Foto: Agustin Dwi Anandawati
Jakarta -

Kehadiran AI atau kecerdasan buatan banyak membantu seseorang di berbagai bidang pekerjaan.

Namun saking canggihnya, keberadaan AI bisa menjadi ancaman tersendiri bagi umat manusia. Banyak yang menilai beberapa pekerjaan bisa digantikan oleh AI karena dinilai lebih tepat, efisien, dan akurat.

Tak heran banyak pekerjaan yang dinilai mulai terancam dengan kehadiran AI, salah satunya adalah beauty advisor. Beauty advisor adalah seorang profesional di industri kecantikan yang bertugas untuk memberikan edukasi, konsultasi dan rekomendasi produk serta kosmetik kepada pelanggan.

Dulu masyarakat bisa langsung mendatangi beauty advisor untuk meminta konsultasi hingga rekomendasi produk yang tepat untuk perawatan kulit dan wajah. Namun, kini masyarakat cenderung berkonsultasi tentang masalah kulit dan wajah ke AI karena dinilai lebih cepat dan mudah.

Advertisement

Lalu apakah profesi beauty advisor ikut terancam dengan kehadiran AI?

Menurut Amalia Sarah Santi selaku Global Chief Business Officer ParagonCorp kehadiran AI tidak begitu saja menjadi ancaman buruk pada beauty advisor. Sarah menilai AI malah bisa membantu para beauty advisor untuk memberikan konsultasi kepada pelanggan menjadi lebih akurat dan tepat.

"Insya Allah tidak ada yang bisa me-replace the human connection. Kalau kita bayangkan 15 tahun yang lalu semuanya pakai teknologi dan sebagainya kita tetap melihat ada hal yang sama bahwa human connection adalah sesuatu yang tidak bisa digantikan," ucap Sarah pada Kamis (22/1) di Pondok Indah, Jakarta Selatan.

AI Digunakan di Dunia Kecantikan, Profesi Beauty Advisor Terancam?AI Digunakan di Dunia Kecantikan, Profesi Beauty Advisor Terancam?/ Foto: Agustin Dwi Anandawati

Selain itu AI dan pelanggan tidak memiliki ikatan secara batin saat melakukan proses konsultasi, berbeda dengan beauty advisor yang bisa memahami kondisi pelanggan dengan menggunakan perasaan. Sehingga kehadiran beauty advisor tidak akan pernah terganti seiring berkembangnya teknologi.

"Beauty advisor itu memiliki roh yang sangat penting kepada konsumen. Tantangannya kita adalah bagaimana ketika kita menciptakan suatu teknologi tapi teknologi itu juga membantu clarity," lanjutnya.

(agn/fik)

Komentar

!nsertlive

Advertisement