Advertisement

Fakta Psikologi tentang Daddy Issue: Penyebab, Gejala, dan Penyembuhan

Insertlive | Insertlive
Ayah pemarah.
Fakta Psikologi tentang Daddy Issue: Penyebab, Gejala, dan Penyembuhan (Foto: Master1305/Freepik)
Jakarta -

Istilah daddy issue sering ditemui di media sosial. Istilah ini seringkali digunakan untuk menggambarkan kondisi seseorang yang kekurangan figur ayah atau memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan ayahnya.

Sebenarnya, apa itu daddy issue dalam psikologi? Simak penjelasannya berikut ini.

Daddy Issue dalam Psikologi

Mengutip laman Very Well Mind, daddy issue bukanlah diagnosis kesehatan mental yang resmi. Namun, hubungan seseorang dengan ayahnya yang terjalin sejak kecil memang akan memberikan dampak psikologis terhadap pertumbuhannya menjadi manusia dewasa.

Hubungan anak dengan orang tuanya juga akan mempengaruhi cara seorang anak berhubungan dengan orang lain ketika mereka dewasa. Hubungan orangtua dan anak yang tidak sehat dapat menanamkan ketidakpercayaan dan ketidakpastian, yang kemudian menyebabkan 'daddy issue' di kemudian hari.

Advertisement

"Wajar jika kamu memiliki masalah keterikatan yang didasarkan pada hubunganmu dengan ayah, ibu, atau pengasuh. Tokoh-tokoh yang menjadi objek keterikatanmu di masa kecil menciptakan apa yang saya sebut sebagai 'intimacy template', fondasi bagaimana kamu berhubungan dengan orang lain sebagai orang dewasa," kata Psikolog Bianca L. Rodriguez, EdM, LMFT.

Istilah intimacy template dalam kutipan tersebut merujuk pada pola, skema, atau blueprint mental yang terbentuk sejak dini. Biasanya pola tersebut terbentuk dari hubungan anak dengan orang tua, tentang bagaimana mereka memahami, mengharapkan, dan mengekspresikan kedekatan emosional dan fisik dalam hubungan intim.

Intimacy template dapat mempengaruhi gaya kelekatan, cara berkomunikasi, serta tingkat kepercayaan diri dalam menjalin kedekatan.

Penyebab Seseorang Memiliki Daddy Issue

1. Ikatan yang tidak sehat dengan ayah

Ada beberapa kasus di mana anak terlalu dekat atau terlalu manja dengan ayahnya. Kedekatan anak dan ayah dapat menjadi tidak sehat ketika ayah memperlakukan anak tersebut lebih seperti teman kencan atau pasangan romantis selama masa perkembangan anak.

Hal ini dapat menyebabkan anak tersebut menjadi korban pelecehan mental, emosional, dan seksual.

2. Ketidakhadiran figur ayah secara fisik atau emosional

Kondisi ini sering disebut sebagai fenomena fatherless, terjadi ketika ayah tidak ada dalam kehidupan anak karena berbagai alasan, seperti kematian, perceraian, atau penelantaran.

Ayah yang tidak hadir secara emosional juga akan menimbulkan kekosongan dan luka mendalam bagi anak.

Untuk mengisi kekosongan itu, seseorang mungkin terus-menerus membutuhkan perhatian dan pengakuan dari pria yang lebih tua untuk memenuhi peran sebagai ayah.

3. Pelecehan dan Kekerasan

Beberapa oknum orang tua melanggar batasan terhadap anak dengan melakukan pelecehan atau kekerasan terhadap anak sendiri. Anak-anak yang mengalami pelecehan kerap menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi.

Trauma masa kecil, pengabaian, dan pelecehan seksual dapat menyebabkan mereka merasa malu, bahkan meningkatkan risiko depresi dan gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Tanda-tanda Daddy Issue

Dirangkum dari Very Well Mind, berikut beberapa tanda seseorang memiliki daddy issue:

Hanya Kencan dengan Pria yang Lebih Dewasa

Orang dengan daddy issue cenderung tertarik dengan pria dewasa yang dinilai dapat menggantikan figur ayah. Menjalin hubungan dengan pria yang lebih dewasa membuat mereka seolah-olah memiliki seseorang yang dapat melindungi mereka.

Posesif dan Cemburuan

Seseorang yang dibesarkan dalam lingkungan yang tidak konsisten, mereka akan kesulitan memiliki hubungan yang bermakna di masa depan. Salah satu tandanya adalah terlalu cemburu dan posesif dengan pasangan.

Haus Perhatian dan Kasih Sayang

Mereka yang memiliki masalah dengan ayah terkadang memiliki kebutuhan yang tak terpuaskan untuk menerima kasih sayang. Ketakutan ini bisa berupa kebutuhan akan kasih sayang, perhatian, dan validasi yang terus-menerus.

Ketakutan akan Ditinggalkan

Salah satu tanda lain seseorang mungkin memiliki daddy issue adalah keinginan untuk selalu menjalin hubungan. Mereka mungkin berpindah dari satu hubungan ke hubungan lain karena takut sendirian.

Mengulangi Pola yang Sama

Seseorang dengan daddy issue mungkin sudah terbiasa dengan hubungan yang disfungsional, sehingga mereka cenderung mengulanginya. Mereka juga kemungkinan mencari hubungan yang toksik karena hal itu sudah familiar.

Apakah Daddy Issue Bisa Disembuhkan?

Ya, daddy issues atau trauma keterikatan masa kecil bisa disembuhkan dan diatasi seiring berjalannya waktu melalui proses penyembuhan emosional yang tepat.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi daddy issue adalah menemui profesional untuk melakukan terapi khusus.

Konseling dapat membantu seseorang dengan daddy issue menemukan cara baru untuk memiliki hubungan pasangan yang sehat dan penuh kasih di masa depan.

(KHS/fik)

Komentar

!nsertlive

Advertisement