Raditya Dika Kena Penyakit HNP, Apa Itu?
Raditya Dika secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis mengidap penyakit Hernia Nukleus Pulposus (HNP). Pengakuan tersebut seringkali ia sampaikan kepada tamu-tamu di podcast YouTube-nya.
Terbaru, Raditya Dika mengatakan kondisi tersebut kepada Dian Sastrowardoyo. Ia menyebut beberapa faktor yang menyebabkan HNP, di antaranya duduk dalam waktu yang lama dan jarang melakukan peregangan atau stretching.
Lantas, apa itu HNP?
Hernia Nukleus Pulposus (HNP) atau herniated disc adalah kondisi ketika inti lembut dari bantalan tulang belakang (diskus intervertebralis) menonjol keluar melalui robekan pada bagian luar diskus yang lebih kuat.
Tonjolan tersebut dapat menekan saraf di sekitarnya, sehingga menyebabkan rasa sakit, kesemutan, mati rasa, atau kelemahan di area saraf tersebut. Istilah umum untuk kondisi ini di masyarakat adalah saraf kejepit.
Dengan bertambahnya usia atau adanya cedera, struktur luar diskus bisa robek, sehingga inti yang lebih lunak terdorong keluar. Ketika bagian yang menonjol ini menyentuh atau menekan saraf spinal, itulah yang disebut HNP.
Gejala Umum HNP
Gejala HNP bisa bervariasi tergantung lokasi dan seberapa banyak saraf yang tertekan. Beberapa gejala yang sering dirasakan adalah:
- Nyeri tajam atau menusuk di punggung bawah atau leher.
- Nyeri menjalar ke lengan atau kaki.
- Rasa kebas atau kesemutan pada bagian tubuh yang terhubung dengan sistem saraf.
- Kelemahan otot, sulit mengangkat atau menggerakkan anggota tubuh tertentu.
- Dalam kasus yang lebih berat, kontrol kandung kemih atau usus bisa terganggu (kondisi darurat medis).
Melansir Mayo Clinic, beberapa orang bahkan tidak mengalami gejala sama sekali, dan kondisi ini baru terdeteksi saat pemeriksaan.
Penyebab dan Faktor Risiko
Beberapa penyebab dan faktor yang meningkatkan risiko HNP meliputi:
- Penuaan atau degenerasi diskus (diskus menjadi kurang fleksibel seiring waktu)
- Cedera atau benturan langsung pada tulang belakang
- Beban berat dan postur tubuh yang buruk saat mengangkat barang
- Berat badan berlebih
- Merokok, yang dapat mempercepat degenerasi diskus
- Kurangnya aktivitas fisik yang melemahkan otot penopang tulang belakang
Pengobatan
Dalam banyak kasus, penanganan HNP dimulai dari langkah-langkah sederhana yang fokus pada pemulihan alami tubuh, seperti:
- Istirahat dan menghindari gerakan yang memperparah nyeri.
- Obat pereda nyeri non-steroid (mis. ibuprofen) atau analgesik.
- Terapi fisik untuk memperkuat otot punggung dan meningkatkan fleksibilitas.
- Suntikan kortikosteroid jika diperlukan untuk meredakan inflamasi
Namun, ketika berbagai cara tersebut tak lagi mampu meredakan keluhan, barulah tindakan medis yang lebih serius seperti operasi masuk dalam pertimbangan.
Operasi dilakukan ketika tekanan pada saraf sudah terlalu besar hingga mengganggu aktivitas, menyebabkan kelemahan otot, atau menimbulkan gangguan pada fungsi tubuh yang lain.
Melalui prosedur ini, bagian diskus yang menekan saraf diangkat agar pasien bisa kembali beraktivitas tanpa rasa sakit.
(KHS/fik)