Miring atau Telentang? Ini Posisi Tidur yang Baik untuk Kesehatan Menurut Dokter

Insertlive | Insertlive
Senin, 05 Jan 2026 11:00 WIB
Beredar broadcast yang menyebutkan posisi tidur tertentu memengaruhi risiko GERD pada sistem pencernaan Miring atau Telentang? Ini Posisi Tidur yang Baik untuk Kesehatan Menurut Dokter (Foto: Instagram)
Jakarta, Insertlive -

Setiap orang memiliki posisi tidur favorit, entah itu miring sambil memeluk guling, telentang dengan rapi, atau tengkurap seperti pose freefall.

Namun menurut dokter, tidak semua posisi memberikan manfaat yang sama untuk tubuh. Pilihan posisi tidur yang ideal bisa berbeda-beda, tergantung kondisi kesehatan yang sedang dialami, mulai dari masalah tulang belakang, kehamilan, GERD, hingga alergi.

Meski perubahan kebiasaan tidur tidak bisa dilakukan dalam semalam, memahami posisi terbaik untuk tubuh bisa membantu meningkatkan kualitas tidur sekaligus menjaga kesehatan jangka panjang.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan penjelasan pada laman Alodokter yang ditinjau oleh dokter Mariati, berikut posisi tidur yang baik untuk kesehatan.

1. Telentang

Ketika tidur telentang, kepala, leher, dan tulang belakang berada dalam posisi netral dan sejajar. Ini mengurangi tekanan berlebih pada tubuh, sehingga risiko nyeri punggung atau leher dapat berkurang.

Selain itu, tidur telentang dapat membantu mencegah naiknya asam lambung, asalkan bantal yang digunakan cukup menopang kepala.

Namun, posisi ini tidak dianjurkan bagi seseorang yang mudah mendengkur atau memiliki sleep apnea, karena bisa membuat saluran napas lebih mudah tersumbat.


2. Miring atau menyamping

Posisi menyamping termasuk salah satu yang paling direkomendasikan, terutama bagi penderita GERD dan sleep apnea. Studi juga menunjukkan bahwa tidur menyamping dapat membantu proses pembuangan limbah di otak atau sistem glimfatik, yang pada jangka panjang berpotensi menurunkan risiko Alzheimer dan Parkinson.

Meski begitu, tidur miring juga punya konsekuensi, di antaranya menyebabkan kerutan di wajah dan membuat payudara tampak lebih kendur. Tidur miring juga dapat menekan diafragma, sehingga napas bisa terasa sedikit lebih pendek untuk sebagian orang.

3. Tengkurap

Posisi tengkurap sering dianggap paling nyaman, tetapi sayangnya, ini adalah posisi yang paling tidak dianjurkan secara medis. Tidur tengkurap memberikan tekanan besar pada sendi, otot leher, dan saraf.

Selain itu, karena leher cenderung diputar ke satu sisi selama berjam-jam, posisi ini bisa memicu nyeri, kebas, atau kesemutan. Tengkurap juga kurang ideal untuk menjaga bentuk payudara. Meski begitu, posisi ini bisa membantu mengurangi dengkuran.

Jika tetap ingin tidur tengkurap, dokter menyarankan trik sederhana untuk membantu membuka saluran napas dan mengurangi tekanan pada leher:
- Letakkan bantal tipis di bawah dahi
- Posisikan wajah menghadap ke bawah (bukan ke samping).

(KHS/KHS)
Tonton juga video berikut:


snap logo
SNAP! adalah kanal video vertikal yang menyajikan konten infotainment singkat, cepat, dan visual. SNAP! menghadirkan cuplikan selebriti, tren viral, hingga highlight interview.
LEBIH LANJUT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER