Yuk Mulai Dibatasi, Ini Fakta Penting Mi Instan Menurut Pakar

agn | Insertlive
Selasa, 06 Jan 2026 18:15 WIB
Ilustrasi mie instan, mi instan, ramen, Yuk Mulai Dibatasi, Ini Fakta Penting Mi Instan Menurut Pakar/Foto: Freepik
Jakarta, Insertlive -

Mi instan masih menjadi makanan favorit di Indonesia. Rasanya yang nagih dan mudah untuk dibuat, membuat makanan satu ini menjadi andalan banyak orang di kala lapar.

Namun, bukan lagi menjadi rahasia umum jika mi instan tidak baik untuk kesehatan jika dikonsumsi terus menerus. Ada efek samping yang berbahaya untuk tubuh jika seseorang sering mengonsumsi mi instan.

Meski begitu, mi instan juga bisa memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi secara baik. Dalam laporan dari The Healthy, seorang dokter spesialis menyebut kunci mengonsumsi mi instan secara baik adalah dengan membuat kreasi. Berikut informasi lengkap tentang fakta penting dari mi instan.

ADVERTISEMENT

Kandungan Gizi

Kebanyakan produk mi instan memiliki nilai gizi yang rendah. Produk makanan tersebut biasanya tinggi karbohidrat dan lemak dan minim protein, serat, vitamin dan mineral. Sementara kandungan natrium atau garam pada bumbu sangat banyak.

Hal itu membuat mengonsumsi mi instan setiap hari akan berdampak buruk pada kesehatan. Pasalnya kandungan natrium dan lemak yang tinggi bisa memicu berbagai penyakit berbahaya.

Kandungan Tak Sehat pada Mi Instan

Mi instan termasuk ke dalam kategori makanan ultra proses. Sering mengonsumsi makanan itu bisa memicu obesitas hingga beberapa jenis kanker. Menurut studi biologi pada 2017, anak-anak dengan kondisi ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) untuk menghindari makanan mi instan.

Kandungan natrium atau garam yang membuat mi instan sangat lezat bisa mempengaruhi jumlah cairan di sekitar jantung dan paru-paru. Cairan berlebih ini bisa memaksa jantung untuk bekerja lebih keras sehingga menimbulkan tekanan darah tinggi, meningkatkan risiko serangan jantung hingga masalah jantung lainnya.

Selain itu kandungan minyak sawit, lemak jenuh, penguat rasa dan bahan aditif pada satu kemasan mi instan bisa membahayakan kesehatan.


Kandungan Kalori

Jumlah kalori pada semangkuk mi instan bervariasi tergantung pada ukuran porsi produknya. Misalnya satu porsi mi instan seberat 80-85 gram biasanya mengandung 380-400 kalori.

Namun, kini ada pula produk mi instan dengan ukuran jumbo hingga isi dua. Total kalori pada produk tersebut bisa mencapai 530-700 kalori. Belum lagi masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan untuk mengonsumsi mi instan bersama nasi putih hangat.

Satu centong nasi dengan berat 50-100 gram mengandung kalori bervarian antara 100-130 kalori. Jika ditambah dengan satu centong nasi makan total kalori pada makanan mi instan dan satu centong nasi biasa mencapai 830 kalori.

Karbohidrat yang Buruk

Mi instan termasuk ke dalam jenis karbohidrat yang buruk. Menurut Cleveland Clinic, karbohidrat terdiri dari tiga kategori yaitu gula, serat dan pati.

Karbohidrat adalah makronutrien penting yang diubah tubuh menjadi glukosa untuk memberikan energi. Gula selanjutnya didefinisikan sebagai karbohidrat sederhana atau kompleks yang menentukan suatu makanan tergolong ke dalam karbohidrat baik atau buruk.

Karbohidrat kompleks adalah karbohidrat sehat yang biasanya berasal dari buah-buahan, sayuran hingga kacang-kacangan. Kategori ini biasanya membutuhkan waktu lama untuk dicerna sehingga bisa terjadi lonjakan gula darah.

Sementara karbohidrat sederhana justru bisa meningkatkan kadar gula darah dan menyebabkan penurunan energi. Kategori ini akan membuat perut lebih cepat lapar. Mi instan pun termasuk ke dalam kategori ini.

Cara Buat Mi Instan Lebih Sehat

Meski mengandung beberapa bahan yang kurang baik untuk kesehatan, mi instan masih boleh dikonsumsi dengan jumlah yang aman. Insertizen juga bisa rutin melakukan olahraga.

Selain itu juga bisa untuk membuat mi instan menjadi lebih sehat yaitu dengan mengurangi batasan garam per hari. American Heart Association merekomendasikan untuk mengonsumsi natrium maksimal 2.300 mg per hari.

Mi instan juga bisa dikonsumsi dengan beberapa bahan sehat dan bergizi lainnya seperti sayuran. Telur hingga daging ayam atau sapi juga bisa ditambahkan sebagai sumber protein dan vitamin.

(agn/fik)
Tonton juga video berikut:

ARTIKEL TERKAIT

snap logo
SNAP! adalah kanal video vertikal yang menyajikan konten infotainment singkat, cepat, dan visual. SNAP! menghadirkan cuplikan selebriti, tren viral, hingga highlight interview.
LEBIH LANJUT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER