Matt Damon Nilai Dampak Cancel Culture Lebih Menakutkan dari Penjara

Insertlive | Insertlive
Senin, 19 Jan 2026 12:15 WIB
Cuplikan adegan Matt Damon di The Martian. Matt Damon Nilai Dampak Cancel Culture Lebih Menakutkan dari Penjara / Foto: Dok. Ist
Jakarta, Insertlive -

Matt Damon menyampaikan pandangan keras soal fenomena cancel culture yang belakangan kerap menjerat figur publik.

Menurut aktor peraih Oscar tersebut, beberapa orang bahkan lebih memilih menjalani hukuman penjara ketimbang harus menghadapi pengucilan publik yang berkepanjangan.

Pandangan itu disampaikan Matt Damon saat menjadi tamu dalam podcast The Joe Rogan Experience. Ia hadir bersama Ben Affleck untuk mempromosikan film Netflix terbaru mereka, The Rip.

ADVERTISEMENT

Dalam perbincangan tersebut, pembawa acara Joe Rogan menyinggung soal budaya pembatalan yang dinilai kerap membesar-besarkan satu kesalahan hingga berdampak seumur hidup.

Menanggapi hal itu, Damon menyebut konsekuensi sosial dari cancel culture bisa terasa jauh lebih berat dibanding hukuman formal dari sistem hukum.

"Selamanya, karena saya yakin beberapa orang itu lebih memilih dipenjara selama 18 bulan atau berapa pun lamanya, lalu keluar dan berkata, 'Saya sudah membayar utang saya. Kita sudah selesai. Bisakah kita benar-benar selesai?' Masalahnya, jika hal itu terus dikecam secara publik seperti itu, itu tidak akan pernah berakhir," kata Damon di Variety, Senin (19/1).

Ia menilai stigma sosial akibat kecaman publik justru menjadi hukuman tanpa akhir bagi seseorang yang telah dicap bersalah.

"Dan itu adalah hal pertama yang... kau tahu, itu akan terus menghantuimu sampai ke liang kubur," ungkapnya.


Pernyataan tersebut bukan tanpa latar belakang personal. Matt Damon pernah bersentuhan langsung dengan gelombang kritik publik pada 2021.

Saat itu, wawancara Damon dengan The Sunday Times menuai kecaman setelah ia mengaku baru berhenti menggunakan kata-kata kasar tertentu beberapa bulan sebelumnya, usai mendapat teguran dari putrinya.

Kontroversi tersebut mendorong Damon memberikan klarifikasi resmi kepada Variety.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menggunakan kata tersebut dalam kehidupan pribadinya maupun dalam bentuk hinaan apa pun.

"Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, saya teringat sebuah diskusi yang saya lakukan dengan putri saya di mana saya mencoba menjelaskan kepadanya kemajuan yang telah dicapai, meskipun belum sepenuhnya selesai, sejak saya tumbuh di Boston dan, sebagai seorang anak, mendengar kata 'f*g' digunakan di jalan sebelum saya tahu apa artinya," kata Damon.

"Saya menjelaskan bahwa kata itu digunakan terus-menerus dan secara santai, bahkan menjadi dialog dalam film saya pada tahun 2003; dia kemudian menyatakan ketidakpercayaannya bahwa pernah ada waktu di mana kata itu digunakan tanpa berpikir panjang," sambungnya.

Damon mengaku percakapan tersebut justru membuatnya bangga terhadap cara berpikir putrinya, khususnya soal empati dan keadilan sosial.

"Yang membuat saya kagum dan bangga, dia sangat fasih dalam menjelaskan sejauh mana kata itu akan menyakitkan bagi seseorang di komunitas LGBTQ+ terlepas dari seberapa dinormalisasinya secara budaya. Saya tidak hanya setuju dengannya tetapi juga sangat gembira dengan semangat, nilai-nilai, dan keinginannya untuk keadilan sosial," katanya.

Damon kemudian kembali menegaskan posisinya dalam pernyataan lanjutan.

"Saya tidak pernah menyebut siapa pun 'bajin***' dalam kehidupan pribadi saya dan percakapan dengan putri saya ini bukanlah sebuah pencerahan pribadi. Saya tidak menggunakan kata-kata hinaan apa pun. Saya telah belajar bahwa memberantas prasangka membutuhkan gerakan aktif menuju keadilan daripada menemukan kenyamanan pasif dengan membayangkan diri saya sebagai 'salah satu orang baik'," ujar Damon.

Meski sempat diterpa kontroversi, karier Matt Damon tidak menunjukkan dampak signifikan. Ia tetap membintangi sejumlah proyek besar seperti Air dan Oppenheimer, serta dipastikan akan menjadi pemeran utama dalam film The Odyssey garapan Christopher Nolan.

(ikh/fik)
Tonton juga video berikut:

ARTIKEL TERKAIT

snap logo
SNAP! adalah kanal video vertikal yang menyajikan konten infotainment singkat, cepat, dan visual. SNAP! menghadirkan cuplikan selebriti, tren viral, hingga highlight interview.
LEBIH LANJUT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER