Aurora Ribero Sebut Film 'Surat ke-8' Sederhana tapi Dalam, Angkat Luka Generation Gap di Keluarga

Insertlive | Insertlive
Kamis, 08 Jan 2026 20:15 WIB
Aurora Ribero Aurora Ribero Sebut Film 'Surat ke-8' Sederhana tapi Dalam, Angkat Luka Generation Gap di Keluarga / Foto: Instagram
Jakarta, Insertlive -

Film Surat ke-8 karya sutradara Franklin Darmadi mengangkat kisah tentang cinta abadi, pengorbanan, serta tantangan jarak antargenerasi atau generation gap dalam sebuah keluarga.

Cerita yang dibangun secara sederhana ini justru menawarkan kedalaman emosi yang kuat dan relevan dengan kehidupan banyak orang.

Aurora Ribero, yang memerankan karakter anak dalam film tersebut, mengaku langsung tertarik sejak pertama kali membaca naskah. Menurutnya, kekuatan Surat ke-8 terletak pada kesederhanaan cerita yang mampu menyentuh perasaan penonton.

ADVERTISEMENT

"Ketika pertama kali membaca naskahnya itu aku suka banget, karena ini sebenarnya ceritanya simpel banget, tapi dalam banget. Dan aku merasa kayak ini bakalan menyentuh banyak hati orang banget sih," ungkap Aurora Ribero, Kamis (8/1).

Aurora menilai film ini menghadirkan beragam peran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga penonton dari berbagai latar belakang dapat merasa terhubung dengan ceritanya.

"Karena ada peran anak di sini, terus ada juga peran bapak, ada peran ibu, ada peran partner, pacar. Jadi kayaknya banyak banget yang bisa relate sama ini. Dan di-packing-nya itu simpel, tapi banyak rasa yang akan didapat gitu," sambungnya.

Dalam proses mendalami karakter anak yang memiliki ayah yang masih hidup dan sosok ibu yang spesial, Aurora merasa terbantu oleh kedekatan emosional yang terbangun dengan para pemeran lainnya, terutama karakter ayah.

"Untungnya waktu pertama ketemu bapak itu tuh kayak langsung klik aja sih gitu. Ternyata kita lumayan sama-sama jail. Jadi suka ngejailin satu sama lain gitu ya," kata Aurora.


Ia juga mengaku sudah memiliki kedekatan sebelumnya dengan pemeran ibu, sehingga membantunya membangun dinamika keluarga di dalam film.

"Pokoknya dari mengenal bapak tuh aku jadi bisa ngebayang kalau misalnya ya aku satu keluarga sama bapak, dan juga untungnya sama Mbak Yunit juga aku udah deket, udah sempat jadi ibu aku juga di film lain. Jadi ya ngebayangin dari situ sih," lanjutnya.

Meski karakter ayah di film berbeda dengan sosok aslinya di kehidupan nyata, Aurora merasa hal tersebut justru membantunya mendapatkan emosi yang dibutuhkan untuk peran tersebut.

"Walaupun film karakternya bapak di real life sama di film agak beda, tapi jadinya bisa dapet feel-nya gitu."

Melalui film Surat ke-8, Aurora juga berharap pesan yang disampaikan dapat menjadi penguat bagi generasi muda agar tidak berhenti bermimpi meskipun dihadapkan pada proses yang sulit.

"Kayaknya untuk not stop dreaming big kali ya gitu. Karena pasti if you dream big, challenge-nya dan tantangannya untuk sampai ke situ kan pasti akan berat juga gitu," ujar Aurora.

Ia menegaskan bahwa kepercayaan pada diri sendiri menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

"Tapi mungkin caranya, prosesnya akan susah dan agak panjang, dan melelahkan, dan sedih, ada sedih-sedihnya, tapi di akhirnya kamu harus percaya kalau kamu bisa dapet itu gitu kali."

Film Surat ke-8 diharapkan dapat menjadi cermin bagi banyak keluarga untuk kembali memahami arti komunikasi, empati, dan kasih sayang lintas generasi.

(ikh/ikh)
Tonton juga video berikut:

ARTIKEL TERKAIT

snap logo
SNAP! adalah kanal video vertikal yang menyajikan konten infotainment singkat, cepat, dan visual. SNAP! menghadirkan cuplikan selebriti, tren viral, hingga highlight interview.
LEBIH LANJUT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER