Advertisement

Buah Manis Perjuangan Paris Hilton Terkait Cerita Penyiksaan di Sekolah

Insertlive | Insertlive
Paris Hilton demo di Gedung Parlemen AS, Capitol Hill.
Buah Manis Perjuangan Paris Hilton Terkait Cerita Penyiksaan di Sekolah / Foto: Instagram/@parishilton
Jakarta -

Perjuangan panjang Paris Hilton untuk menyuarakan dugaan kekerasan yang dialaminya saat remaja akhirnya membuahkan hasil.

Pemerintah negara bagian Utah resmi mencabut izin operasional Provo Canyon School setelah menemukan pelanggaran berulang terhadap standar kesehatan dan keselamatan.

Keputusan tersebut berlaku efektif segera. Fasilitas itu diwajibkan menghentikan seluruh layanannya paling lambat 6 Agustus dan tidak lagi diperbolehkan menerima siswa baru.

Bagi Paris Hilton, langkah tersebut menjadi bentuk pengakuan atas perjuangan para penyintas yang selama puluhan tahun berusaha mengungkap pengalaman mereka.

Advertisement

"Selama lebih dari 50 tahun, anak-anak menceritakan kisah tentang kekerasan, penelantaran, dan trauma. Hari ini negara akhirnya mengakui bahwa Provo Canyon School telah gagal melindungi anak-anak," ujar Hilton.

Ia kemudian mengungkapkan bahwa dirinya termasuk salah satu korban yang pernah mengalami situasi tersebut saat masih remaja.

"Aku adalah salah satu anak itu. Aku tahu rasanya berteriak meminta tolong tetapi merasa tak ada yang datang. Hari ini akhirnya ada yang melindungi anak-anak yang masih berada di sana," lanjutnya.

Paris Hilton juga mengatakan keputusan pemerintah membuat dirinya merasa akhirnya dipercaya setelah bertahun-tahun menyuarakan pengalaman pahit tersebut.

"Anak kecil dalam diriku yang dulu tidak pernah dipercaya akhirnya merasa diakui. Kami mengatakan yang sebenarnya sejak awal," ungkapnya.

Hilton pertama kali membuka kisah itu kepada publik melalui film dokumenter This Is Paris yang dirilis pada 2020.

Dalam dokumenter tersebut, ia mengaku dikirim oleh orang tuanya ke Provo Canyon School dan menjalani masa tinggal selama 11 bulan.

Selama berada di sana, Hilton mengaku mengalami teriakan, penghinaan, penyiksaan mental, hingga serangan panik hampir setiap hari.

Ia juga menyebut pernah dikurung sendirian setelah dianggap berusaha melarikan diri, sementara seluruh komunikasi dengan orang tuanya diawasi pihak sekolah.

Pengakuan itu kembali berlanjut pada 2022 ketika Hilton menyebut dirinya dipaksa menjalani pemeriksaan medis invasif oleh staf yang bukan tenaga kesehatan. Kini, ia meyakini pengalaman tersebut merupakan bentuk kekerasan seksual.

Sementara itu, pihak Provo Canyon School sebelumnya membantah tuduhan Hilton.

Mereka menyatakan tidak dapat memberikan komentar terkait dugaan peristiwa sebelum pergantian kepemilikan pada tahun 2000 dan menegaskan tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan terhadap siswa.

Sejak mengungkap kisahnya, Paris Hilton aktif memperjuangkan reformasi terhadap lembaga rehabilitasi remaja di Amerika Serikat.

Kampanyenya turut mendorong lahirnya Stop Institutional Child Abuse Act yang disahkan Senat Amerika Serikat pada akhir 2024.

(ikh/fik)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement