Ngaku Kontributor New York Times-Nat Geo, Akun Nyimas Layla Hilang Usai Dikecam
Akun Instagram milik Nyimas Layla mendadak menghilang setelah namanya menjadi sorotan dan menuai kecaman luas di media sosial.
Perempuan yang mengaku sebagai kontributor The New York Times dan National Geographic itu ramai diperbincangkan usai video dirinya memarahi seorang warga negara asing (WNA) di sebuah pusat kebugaran di Bali viral.
Kronologi bermula ketika Nyimas mengunggah video dirinya sedang berolahraga di gym. Dalam unggahan tersebut, ia mengeluhkan seorang pria bule yang melintas di depan kamera saat ia sedang merekam aktivitasnya.
"Gimana rasanya lagi mau attempt 115% ada orang lewat. Jadi buyar kan tuh," tulis Nyimas dalam unggahan Threads yang kemudian viral.
Tak hanya itu, dalam video yang beredar, Nyimas juga terdengar melontarkan umpatan kepada pria tersebut.
"Si anj***, nge***," ucap Nyimas dalam video yang beredar di media sosial.
Video tersebut memicu gelombang kritik dari warganet. Banyak yang menilai reaksi Nyimas berlebihan, mengingat pria tersebut hanya melintas di area gym yang merupakan fasilitas umum.
Di tengah ramainya kecaman, publik juga mulai menyoroti profil Nyimas yang mengklaim pernah menjadi kontributor media internasional seperti The New York Times dan National Geographic.
Klaim tersebut dipertanyakan oleh sejumlah warganet yang mencoba menelusuri rekam jejak profesionalnya.
Menanggapi hujatan yang terus berdatangan, Nyimas akhirnya memberikan klarifikasi melalui akun Threads. Ia menegaskan persoalannya bukan semata-mata karena ada orang lewat di depan kamera, melainkan menyangkut aspek keselamatan saat melakukan Olympic weightlifting.
"Gini ya, ini orang udah 3x bolak balik gonta ganti dumbell, di depan itu ada space buat jalan, tapi dia milih melipir lewat platform. Iya platform itu dedicated buat Olympic weightlifting, posisi lagi kelas, dan attempt PR. Kenapa gak boleh lewat situ?" tulis Nyimas.
Ia menjelaskan bahwa melintas di area platform latihan dapat membahayakan orang yang sedang mengangkat beban maupun orang yang melintas.
"Membahayakan lifter dan orang yang lewat. Kalo dia g kena sih bodo amat ya, salah sendiri gak pake spatial awareness, tp kalo gw jadi cedera yg lagi ngangkat, apa dia mau nanggung? Kalo gym lagi kelas, ADA dedicated space buat kelasnya," lanjutnya.
Nyimas juga menanggapi komentar warganet yang menilai pria tersebut tidak benar-benar menginjak platform.
"Ni yang mash pada bilang gak nginjek platform, lewat pinggir, space mash banyak, ayo gw tantangin lo di situ diem gak bergerak pas lagi ada gw lifting, snatch atau clean and jerk, gimana? Ayooo," tulisnya lagi.
(dis/KHS)