Marshel Widianto Ungkap Momen Haru Saat Road Trip Dua Minggu Bareng Anak
Liburan panjang menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi komedian Marshel Widianto.
Selama dua pekan, ia mengajak seluruh keluarga melakukan perjalanan darat dari Jakarta hingga Bali.
Bukan sekadar berlibur, perjalanan itu justru membuatnya merasakan ikatan yang jauh lebih dekat dengan istri dan kedua anaknya.
Marshel mengungkapkan road trip tersebut dimulai dari Jakarta menuju Semarang, kemudian berlanjut ke Banyuwangi, Bali, kembali lagi ke Banyuwangi, Surabaya, hingga akhirnya pulang ke Jakarta.
"Aku seru banget. Aku roadtrip dari Jakarta ke Semarang, Semarang-Banyuwangi, dari Banyuwangi ke Bali, baru balik lagi ke Banyuwangi, baru balik ke Surabaya, lalu ke Jakarta," kata Marshel Widianto di Tendean, Jakarta Selatan, Senin (30/6).
Perjalanan itu berlangsung selama kurang lebih dua minggu. Menurut Marshel, momen tersebut menjadi pengalaman pertama membawa kedua anaknya bepergian jauh menggunakan mobil.
"Ini pertama kali bawa anak naik mobil. Naik mobil pertama kali dan pertama kali aku bisa ngerasain bonding sama anakku," ujarnya.
Pengalaman tersebut mengubah cara pandang Marshel tentang arti menjadi seorang ayah.
Selama ini ia mengira memenuhi kebutuhan keluarga dengan memberikan nafkah sudah cukup.
Namun, setelah menghabiskan waktu bersama, ia menyadari kehadiran seorang ayah jauh lebih berarti.
"Sebagai seorang suami ya menurutku kalau kasih uang aja itu udah cukup, tapi ternyata enggak gitu. Ya kita perlu hadir, perlu kasih waktu yang terbaik buat anak-anak keluarga, khususnya untuk istri juga," tuturnya.
Momen yang paling membekas baginya terjadi ketika kedua anaknya, Arci dan Lano, tiba-tiba memeluknya lebih dulu. Hal itu membuat Marshel tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
"Akhirnya yang bikin gue senang dan terharu sih kemarin sih anak gue pertama kalinya, dua-duanya, dia duluan yang meluk gue. Biasanya kalau gue minta peluk sama dia, nggak mau. Jadi dari Arci sama Lano, dia pertama kali. Itu pertama kali pas gue ngerasain itu kayak, oh ternyata ini loh rasanya," ungkapnya.
Selama perjalanan, Marshel mengaku kedua anaknya justru sangat kooperatif. Mereka tidak rewel dan lebih banyak beristirahat selama berada di dalam mobil.
"Aman, aman banget. Bahkan dia tidur di mobil dan nggak cranky. Jadi ya kuat fisiknya lah kayak bapaknya," ucapnya sambil tertawa.
Meski sempat merasa gugup karena membawa anak dalam perjalanan jauh, Marshel dan keluarga memiliki strategi agar perjalanan tetap nyaman. Mereka selalu berangkat sejak pagi dan menghindari perjalanan malam hari.
"Panik sih panik ya, tapi kita berangkatnya dari pagi sampai siang sih, nggak pernah kita berangkat malam. Jadi semuanya aman, jadi nggak ada ketakutan dan sebagainya," jelasnya.
Road trip itu juga membutuhkan persiapan yang tidak sedikit. Marshel bahkan menyewa kendaraan berukuran besar karena hampir seluruh anggota keluarga ikut serta, termasuk mertuanya.
"Banyak banget, aku satu mobil kemarin bisa dua orang sih. Makanya pake elf gede gitu. Jadi semuanya keluarga, bahkan mertuaku pun ikut. Jadi kayak benar-benar bondingnya tuh berasa banget," katanya.
Marshel mengungkapkan ide melakukan perjalanan darat berasal dari sang istri. Selain lebih hemat, mereka ingin menikmati waktu berkualitas bersama sepanjang perjalanan.
"Sebenarnya itu ide dari istriku karena maunya efisiensi kan. efisiensinya ya biar bisa lebih irit dan bisa lebih bonding gitu," ujarnya.
Selama liburan, keluarga Marshel mengunjungi sejumlah destinasi wisata pantai hingga menikmati suasana Lovina di Bali.
Perjalanan itu juga sekaligus menjadi momen merayakan ulang tahun Marshel dan sang istri yang hanya terpaut beberapa hari.
"Ultah aku sama istriku karena tanggalnya beda beberapa hari aja, benar-benar bahagia. Memang kemarin udah disiapkan juga sekalian rayain ulang tahun," tuturnya.
Usai menikmati road trip pertamanya bersama keluarga, Marshel sudah memiliki impian untuk perjalanan berikutnya.
Ia berharap suatu saat bisa mengajak sang istri berlibur ke Danau Toba di Samosir hingga mewujudkan perjalanan ke Finlandia.
(ikh/fik)