Tak Terima Dituding Langgar Etika, Syahravi Laporkan Fariz RM
Polemik mengenai lagu Di Antara Kata kini memasuki babak baru. Penyanyi sekaligus pesinetron Syahravi resmi melaporkan balik musisi senior Fariz RM ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik.
Langkah tersebut diambil setelah sebelumnya Syahravi dilaporkan Fariz RM atas dugaan pelanggaran hak cipta karena membawakan lagu tersebut tanpa izin. Kuasa hukum Syahravi, Elza Syarief, menilai pernyataan yang disampaikan Fariz RM telah berdampak pada citra dan nama baik kliennya.
Menurut Elza, penyebutan nama lengkap Syahravi di ruang publik membuat kliennya seolah-olah diposisikan sebagai pihak yang tidak beretika.
"Sangat keberatan ya dengan kata-kata menyebut nama lengkap dan dengan hal-hal yang seolah-olah tidak punya etika dan segalanya. Berarti kan pencemaran nama baik, di mana klien kami itu sudah membuat image yang positif untuk hasil karyanya," ucap Elza Syarief di kantornya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/6).
Elza menjelaskan, laporan terhadap Fariz RM telah didaftarkan oleh tim kuasa hukum Syahravi pada pertengahan Juni 2026. Ia menegaskan bahwa kliennya hanya menerima tawaran untuk membawakan lagu tersebut dari seorang produser berinisial SN, sehingga menurutnya persoalan semestinya tidak diarahkan kepada Syahravi.
"Pelapor selaku korban menerangkan bahwa pada tanggal 23 Juni 2026 korban melihat pemberitaan bahwa namanya dicatut oleh RM yang menyebutkan namanya langsung tanpa ada singkatan inisial, terkait aransemen lagu Di Antara Kata, padahal korban ditawarkan proyek membawakan lagu milik RM oleh SN," tuturnya.
Dalam laporannya, pihak Syahravi menggunakan pasal-pasal yang berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik. Mereka berharap proses hukum dapat memberikan kepastian atas persoalan yang kini bergulir.
"Pasalnya pencemaran nama baik, yaitu Pasal 310 Undang-Undang 1 Tahun 2023 dan atau Pasal 434 KUHP," ungkap Elza Syarief.
Lebih jauh, Elza menilai sengketa yang terjadi sejatinya merupakan persoalan antara Fariz RM dan produser berinisial SN. Karena itu, ia mempertanyakan alasan Syahravi justru ikut terseret dalam polemik tersebut.
"Dia bermasalah dengan SN, kenapa yang ditembak klien kami yang secara santun, secara, sesama pencipta lagu saling menghormati. Kenapa ini tidak menghormati, padahal sebetulnya tujuannya kepada orang lain, kenapa baru pencipta lagu yang muda yang harusnya kita... kita dukung, kita support supaya lebih berkembang," pungkasnya.
(kpr/kpr)