Bukan Perkara Mudah Bagi Evan Marvino Pulihkan Trauma Istri Usai Rujuk
Keputusan Evan Marvino dan istrinya, Uffridatun Nitami, untuk kembali bersama setelah diterpa isu dugaan perselingkuhan dan KDRT ternyata tidak serta-merta menyelesaikan semua persoalan.
Evan mengakui bahwa proses memulihkan kondisi psikologis sang istri membutuhkan waktu yang tidak singkat.
Menurutnya, luka dan trauma yang muncul akibat konflik rumah tangga yang sempat terjadi masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
"Trauma pasti kita sangat tahu ya apalagi istri kan namanya perempuan pasti punya trauma. Cuma mau nggak mau kan, hidup terus berjalan apalagi kita punya anak dua. Jadi, mau nggak mau kita juga harus mikir masa depan anak-anak ini buat kelangsungan mereka juga sih," ujar Evan Marvino di Trans TV.
Aktor tersebut menilai masa depan kedua anak mereka menjadi alasan utama untuk berusaha memperbaiki hubungan dan membangun kembali rumah tangga yang sempat berada di ujung perpisahan.
Bagi Evan, proses rujuk bukan hanya soal memperbaiki hubungan suami istri, tetapi juga memastikan anak-anak tetap mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa peran keluarga besar sangat penting dalam proses rekonsiliasi tersebut.
Dukungan serta nasihat dari orang tua dan kerabat disebut menjadi jembatan yang membantu dirinya dan sang istri kembali membuka komunikasi.
Menurut Evan, tanpa campur tangan keluarga, hubungan mereka mungkin akan lebih sulit diperbaiki karena komunikasi sempat mengalami kebuntuan.
"Walaupun mungkin bisa jadi orang tua, tanpa ada suami-istri tapi menurut saya, mereka butuh kekuatan ataupun kasih sayang yang lengkap," katanya.
Pernyataan Evan menunjukkan bahwa keputusan untuk rujuk bukan akhir dari persoalan yang mereka hadapi.
Pasangan ini masih harus menjalani proses panjang untuk memulihkan kepercayaan, mengatasi trauma, dan membangun kembali keharmonisan rumah tangga demi masa depan keluarga, terutama kedua anak mereka.
(ikh/fik)