KDM Buka Suara soal Nasib Sayembara Rp250 Juta Usai Taufik Hidayat Ditangkap
Pelaku penyiksaan dan penyekapan Taufik Hidayat akhirnya berhasil diamankan oleh polisi setelah sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Sebelumnya, publik dihebohkan oleh kasus penyiksaan dan penyekapan terhadap seorang perempuan bernama YTR, yang mengakibatkan berbagai cedera mengenaskan. YTR diketahui merupakan kekasih Taufik Hidayat yang disekap dan dianiaya selama tiga tahun.
Setelah kasus tersebut viral, sosok Taufik Hidayat langsung menjadi buronan. Kasus keji ini kemudian juga menarik perhatian banyak tokoh penting, termasuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Geram dengan status buronan itu, Dedi Mulyadi sempat mengumumkan sayembara penangkapan Taufik Hadiah dengan hadiah sebesar Rp250 juta. Setelah pelaku penganiayaan keji itu resmi ditangkap, publik kini mempertanyakan nasib sayembara dengan hadiah fantastis dari KDM.
Gubernur Jawa Barat itu menyampaikan terima kasih kepada tim dari Polda Jawa Barat yang berhasil meringkus Taufik Hidayat.
"Saya ucapkan terima kasih. Tadi malam saya sudah sampaikan ucapan terima kasih kepada Pak Kapolda, bahwa cepat sekali Taufik Hidayat bisa ditangkap" kata Dedi kepada wartawan di Garut, Jawa Barat, seperti dilaporkan detikJabar pada Rabu (24/6).
Selain mengapresiasi kerja keras pihak kepolisian yang berhasil meringkus Taufik, Dedi Mulyadi juga berharap agar pelaku kekerasan itu bisa mendapatkan hukuman setimpal sesuai dengan apa yang telah ia lakukan.
"Ya hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Itu berat lo. Diserahkan kepada hakim atas dasar perbuatan yang dilakukan, yang pasti harus hukuman yang paling berat dari pasal yang ada," ujar Dedi Mulyadi.
Ia kemudian mengungkapkan nasib Rp250 juta dari sayembara penangkapan Taufik Hidayat. Menurut KDM, sayembara itu diperuntukkan untuk warga sehingga penangkapan yang dilakukan oleh aparat kepolisian perlu melalui diskusi terlebih dahulu.
"Sekarang polisi yang menemukan, nanti kita bicarakan. Takutnya kan ada unsur yang melanggar karena ini aparat. Nanti saya akan ketemu dengan Pak Kapolda," pungkas Dedi Mulyadi.
(asw/and)