Kritik DJP soal Online Shop Cuan Miliaran Cuma Pakai Internet, Maia: Nggak Pakai Modal?
Maia Estianty menyoroti unggahan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang membahas potensi penghasilan pedagang e-commerce. Melalui akun Instagram pribadinya, Maia membagikan ulang unggahan tersebut sambil menyampaikan kebingungannya terhadap narasi yang digunakan.
Dalam tangkapan layar yang diunggah Maia, terlihat penjelasan dari DJP mengenai peluang bisnis di era digital. Pada unggahan tersebut tertulis soal peluang bisnis melalui dunia perdagangan yang bermodalkan ponsel dan kuota internet.
"Dunia digital telah membuka banyak peluang baru, termasuk dalam dunia perdagangan. Penjual di e-commerce kini bisa meraih omzet jutaan hingga miliaran rupiah dengan bermodal kuota internet dan perangkat gawai," bunyi pernyataan tersebut.
"Tapi di balik kemudahan itu, ada satu hal yang tak boleh diabaikan: kewajiban pajak. Apakah Seller e-commerce kena pajak? Jawabannya: ya," lanjut pernyataan tersebut.
Namun, Maia tampaknya kurang sepakat dengan penyebutan modal usaha yang hanya berupa kuota internet dan perangkat gawai. Menurutnya, pernyataan tersebut terkesan mengabaikan berbagai biaya dan modal yang harus dikeluarkan pelaku usaha untuk menjalankan bisnis online.
"Baca ini jadi bingung..Yang bener aja nih, pedagang e-commerce bisa punya pendapatan sampai M-Man, cuma modal dari kuota internet dan perangkat gawai aja ???" tulis Maia.
"Beuh security gw bisa kaya dong ya, modal wifi gratis dari rumah gw, HP jg dibeliin...Trus apa yg dijual? Emang nggak pake modal???" lanjutnya.
Di akhir unggahannya, Maia kembali mempertanyakan kebenaran klaim tersebut dan meminta penjelasan dari pihak yang lebih memahami dunia bisnis digital.
"Bener gak sih ini? Boleh tau caranya gimana jadi kaya sampe M-M an cuma dari modal kuota ama HP doang???" sindir Maia lagi.
Unggahan Maia itu langsung menuai beragam tanggapan dari netizen. Banyak yang setuju bahwa membangun bisnis e-commerce tidak sesederhana hanya memiliki akses internet dan perangkat gawai.
Selain modal produk, pelaku usaha juga harus mengeluarkan biaya untuk stok barang, pengemasan, pemasaran, iklan digital, hingga operasional harian.
(dis/dis)