Advertisement

Tak Terlihat dari Luar, Marshanda Cerita Pernah Alami High Functioning Depression

Yogi Alfian | Insertlive
Marshanda
Tak Terlihat dari Luar, Marshanda Cerita Pernah Alami High Functioning Depression (Foto: Instagram @marshanda99)
Jakarta -

Sebagai figur publik yang kerap berbicara soal kesehatan mental, Marshanda juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mendiagnosis kondisi psikologis sendiri hanya berdasarkan informasi di internet atau hasil kuis online.

Menurutnya, diagnosis kesehatan mental harus dilakukan oleh tenaga profesional yang memang memiliki kompetensi di bidang tersebut.

"Nggak boleh (diagnosa sendiri), itu bahaya banget," tegas Marshanda.

"Karena yang boleh dan berwenang, akurat mendiagnosa itu cuma ranahnya psikiater. Bahkan psikolog aja, misal konseling sama psikolog, dia bukan psikolog klinis, itu nggak boleh mendiagnosa juga," lanjutnya.

Advertisement

Apa Itu High Functioning Depression?

Meski cukup sering dibicarakan, high functioning depression sebenarnya bukan istilah medis resmi. Namun istilah ini banyak digunakan untuk menggambarkan seseorang yang mengalami gejala depresi tetapi masih mampu menjalankan rutinitas sehari-hari secara normal.

Mengutip penjelasan dari Cleveland Clinic, orang dengan kondisi ini bisa tetap bekerja, bersekolah, berinteraksi sosial, bahkan meraih berbagai pencapaian. Karena itu, lingkungan sekitar sering kali tidak menyadari bahwa mereka sedang berjuang melawan masalah kesehatan mental.

Psikolog Dawn Potter menjelaskan bahwa depresi tidak selalu terlihat dari luar.

"Bagi sebagian orang, depresi hidup di bawah permukaan. Menjalani kehidupan sehari-hari bisa sangat menantang, tetapi bagi orang lain, Anda tampak baik-baik saja," ujarnya.

Ia memberikan gambaran sederhana bahwa aktivitas yang tampak mudah bagi kebanyakan orang bisa terasa jauh lebih berat bagi seseorang yang mengalami depresi.

"Jika seseorang tanpa depresi membutuhkan 5 persen energinya untuk mencuci pakaian, orang yang mengalami depresi mungkin membutuhkan 10 kali lipatnya. Seseorang dengan depresi fungsional tinggi mungkin akan menyelesaikan cuciannya. Tetapi biayanya sangat besar," jelas Dr. Potter.

Para ahli menyebut bahwa gejala high functioning depression dapat menyerupai depresi klinis atau gangguan depresi mayor, seperti perasaan sedih berkepanjangan, kehilangan minat terhadap hal-hal yang disukai, kelelahan, sulit berkonsentrasi, hingga gangguan tidur.

Karena itu, penting untuk memahami bahwa seseorang yang terlihat baik-baik saja belum tentu sedang baik-baik saja. Dukungan dari keluarga, teman, serta bantuan profesional menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup seseorang.

(yoa/yoa)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement