Ariana Grande Bereaksi Keras Usai Lagunya Dipakai untuk Video Pemerintah Donald Trump
Ariana Grande ikut buka suara terkait lagunya yang digunakan tanpa izin dalam akun TikTok resmi Gedung Putih di masa pemerintahan Donald Trump.
Akun resmi Gedung Putih mengunggah video di TikTok pada Selasa (9/6) yang berisikan promosi kebijakan imigrasi yang lebih ketat di Amerika Serikat.
Video itu menampilkan sejumlah petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE) dan aparat terkait saat melakukan operasi penangkapan terhadap beberapa orang imigran.
Video promosi tersebut diketahui menggunakan lagu Bye milik Ariana Grande sebagai latar musik.
"Bye-bye 👋 Presiden Trump telah menghadirkan perbatasan paling aman dalam sejarah," tulis akun Gedung Putih dalam keterangan video tersebut.
Terkait penggunaan lagu dari album Eternal Sunshine tersebut, Ariana Grande pun bereaksi melalui kolom komentar.
Ariana Grande menentang keras karyanya digunakan untuk mempromosikan kebijakan pemerintah yang dianggap tidak manusiawi.
"Tolong jangan pernah memakai musik saya untuk hal barbar, tidak manusiawi, dan mengerikan seperti ini. F*ck ICE," tulis pemeran Glinda dalam Wicked tersebut.
Setelah Ariana Grande memberikan peringatan keras di kolom komentar, lagu Bye akhirnya di-mute dari video TikTok tersebut.
Ariana Grande bukanlah musisi pertama yang protes karyanya dijadikan musik latar dalam video resmi Gedung Putih dalam masa jabatan kedua pemerintahan Trump.
Sabrina Carpenter juga sempat melakukan protes setelah lagunya, Juno, digunakan dalam video yang mempromosikan penangkapan imigran oleh ICE pada Desember 2025 lalu.
"Video ini jahat dan menjijikkan. Jangan pernah melibatkan saya atau musik saya untuk mendukung agenda kalian yang tidak manusiawi," tulis Sabrina Carpenter.
(arm/arm)