Pakar Ekspresi Nilai Video Permintaan Maaf Sarwendah Hanya Bentuk Pencitraan
Polemik video viral Sarwendah yang memuat ucapan kasar dan sindiran terkait persoalan nafkah dari mantan suaminya, Ruben Onsu, masih menjadi sorotan publik.
Meski Sarwendah telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video yang diunggah di Instagram pribadinya pada 5 Juni 2026, pakar ekspresi Kirdi Putra justru menilai video tersebut tidak memenuhi unsur permintaan maaf yang tulus.
Dalam keterangannya kepada Insert, Kirdi mengatakan apa yang ditampilkan Sarwendah lebih menyerupai klarifikasi dibanding permintaan maaf.
"Jadi buat saya, apa yang ditampilkan oleh Sarwendah dengan yang kita katakan sebagai permintaan maaf, itu buat saya tidak lebih dari bentuk klarifikasi yang banyak sekali hal yang patut dipertanyakan," kata Kirdi Putra.
"Secara verbal, kata-kata yang disampaikan Sarwendah itu tidak memenuhi kaidah sebuah permintaan maaf yang tulus," imbuhnya.
Tak hanya dari isi pernyataan, Kirdi juga menyoroti bahasa tubuh yang ditunjukkan Sarwendah sepanjang video tersebut. Ia memperhatikan kedua tangan Sarwendah yang terus menggenggam satu sama lain sebagai tanda kegugupan.
Kirdi menilai tingkat kegugupan Sarwendah terlihat meningkat ketika membahas anak-anaknya yang ikut terseret dalam polemik tersebut.
"Dari non-verbal, perhatikan deh. Dari awal tangannya begini (kedua tangan saling menggenggam), itu salah satu pertanda bahwa dia nervous, iya wajar," ujarnya.
"Pertanyaannya, kapan dia terlihat paling gugup? Ketika dia cerita tentang anaknya, tangannya makin kencang tuh, dia takut, dia sedih, ya wajar sebagai seorang ibu nggak mau anaknya ikut terbawa-bawa," lanjutnya.
Meski demikian, Kirdi mengaku tidak melihat adanya perubahan ekspresi yang signifikan pada bagian-bagian yang seharusnya menunjukkan penyesalan atau rasa bersalah.
"Menjelang akhir, tangannya sudah agak lebih santai, itu artinya dia merasa lega bahwa ini sudah lewat. Tetapi pada poin-poin penting, ketika permintaan maaf kalau dia merasa bersalah, apakah itu akan terjadi perubahan yang signifikan? jawabannya tidak," tuturnya.
Dari pengamatan tersebut, Kirdi menyimpulkan bahwa video yang dibuat Sarwendah bukanlah permintaan maaf dalam arti sebenarnya.
"Artinya apa? Ini buat dia hanya basa-basi. Jadi targetnya dia melakukan ini apa? Kita tidak tahu,"
Kirdi juga menyoroti bagaimana Sarwendah beberapa kali menyebut penggemar dalam video tersebut, sementara pihak lain yang terdampak hanya disinggung sekilas.
"Buat saya, ketika dia menunjukkan pertanda verbal dan non-verbal, saya ada satu lagi sebenarnya, kata-kata penyampaian terhadap penggemar itu beberapa kali, sedangkan keluarga dan lain-lain itu cuma sekali, penggemar itu berkali-kali," kata Kirdi.
Ia pun menduga fokus utama video tersebut adalah untuk menjaga citra Sarwendah di mata para pengikutnya.
"Jadi buat saya ini adalah acara untuk menampilkan katakanlah pencitraan bahwa dia minta maaf dan untuk menjaga citra dia di mata para penggemarnya," lanjutnya.
Pada akhirnya, Kirdi menegaskan kesimpulannya terkait video klarifikasi yang dibuat Sarwendah.
"Intinya, apakah ini permintaan maaf? Bukan. Ini adalah sebuah bentuk pencitraan seolah ini permintaan maaf. Itu cukup sangat jelas baik secara verbal maupun non-verbal," pungkasnya.
(KHS/KHS)