Disetrum hingga Ditendang, Begini Kondisi 9 WNI yang Ditahan Israel
Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) relawan Sumud Flotilla yang empat ditahan Israel telah tiba di Istanbul, Turki, dan akan segera di pulangkan ke Indonesia.
"Alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara-saudari kita yang bergabung dalam misi GSF (Global Sumud Flotilla), telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat," ujar Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, dalam video yang diunggah oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono melalui Instagram.
Mereka diketahui dalam kondisi sehat meski sempat mendapatkan tindakan tidak manusiawi oleh pasukan Israel. Perlakuan itu dialami mereka selama 3-4 hari.
Para WNI itu mengalami kekerasan fisik saat ditahan oleh tentara Israel. Mereka disiksa dengan cara disetrum, ditendang hingga dipukul.
"Walaupun mereka selama tiga-empat hari mengalami kekerasan fisik; ada yang ditendang, dipukul, ataupun disetrum," bebernya.
Sebelumnya 9 WNI itu tiba di Istanbul pada Kamis (21/5) menggunakan pesawat yang disewa otoritas Turki. Setibanya di Istanbul, mereka sempat melakukan panggilan video dengan Menlu Sugiono.
"Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa 9 warga negara Indonesia yang ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki dan akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air," kata Sugiono.
"Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Turki atas peran aktif dan dukungan penuh dalam memfasilitasi proses pemulangan ini," sambungnya.
Pada Senin (18/5) pasukan Israel mencegat sejumlah armada kapal bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotila. Armada tersebut dicegat secara bertahap dan membuat sejumlah relawan GSF ditangkap Israel termasuk 9 WNI.