Sosok Dhea Natasya, Perempuan Indonesia Pertama yang Lolos ke Panggung Surfing Dunia
Dhea Natasya, peselancar asal Bali, mendapat sorotan karena menjadi perempuan Indonesia pertama yang lolos World Surf League World Longboard Tour, kompetisi surfing bergengsi hanya diikuti oleh 24 atlet perempuan terbaik dunia.
Pencapaian ini menjadikan Dhea sebagai perempuan ketiga di Asia dan perempuan pertama dari Indonesia yang berhasil menembus panggung tertinggi surfing profesional dunia, sebuah level kompetisi yang setara dengan MotoGP atau Formula 1 dalam dunia balap.
Kehadirannya di ajang ini tidak hanya membawa nama dirinya sendiri, tetapi juga membawa Bali dan Indonesia ke sorotan dunia internasional.
Perjalanan Dhea di dunia surfing juga telah diwarnai berbagai prestasi membanggakan. Ia pernah meraih Medali Emas Longboard Putri di SEA Games Filipina 2019, serta membawa pulang Medali Emas Women's Longboard dan Medali Perak Women's Shortboard di PON Aceh 2024.
Kemampuannya untuk bersinar di dua disiplin berbeda menjadikan Dhea sebagai salah satu atlet surfing perempuan muda Indonesia paling menjanjikan, baik di level nasional maupun internasional.
Perjalanan Dhea ke World Surf League World Longboard Tour juga mendapat dukungan dari produk dairy lokal, YUMMY, yang juga pertama kali didirikan di Bali.
"Bisa mendapat dukungan dari brand lokal Indonesia seperti YUMMY adalah sesuatu yang sangat berarti buat saya. Saya berharap perjalanan ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi juga bisa memberi semangat bagi lebih banyak perempuan Indonesia untuk berani bermimpi lebih besar," ujar Dhea Natasya.
Sementara itu, World Surf League World Longboard Tour 2026/2027 diselenggarakan dalam empat seri utama dari Juli 2026 hingga Maret 2027.
Rangkaian tur ini dimulai di California pada bulan Juli, berlanjut ke Australia di bulan November, disusul Filipina pada Januari 2027, dan diakhiri penentuan Gelar Juara Dunia di El Salvador pada Maret 2027.