Javier Bardem Berani Bersuara soal Gaza, Sindir Dugaan Blacklist di Hollywood
Aktor peraih Oscar Javier Bardem kembali jadi sorotan setelah secara terbuka membahas konflik Gaza saat hadir di Festival Film Cannes 2026.
Dalam kesempatan itu, Bardem tidak hanya menyampaikan dukungannya untuk Palestina, tetapi juga menyinggung dugaan adanya praktik blacklist terhadap artis Hollywood yang vokal membela Gaza.
Bardem datang ke Cannes untuk mempromosikan film terbarunya, The Beloved. Namun, di sela wawancara, pembicaraan justru mengarah pada sikap politiknya terkait konflik kemanusiaan di Palestina.
Saat ditanya apakah dirinya takut kehilangan pekerjaan atau menghadapi dampak profesional karena sering berbicara soal Gaza, Bardem mengaku rasa takut itu memang ada.
Meski begitu, ia merasa tetap harus menyampaikan apa yang diyakininya benar.
"Rasa takut memang ada, tetapi seseorang harus melakukan sesuatu meskipun merasa sedikit takut," kata Bardem seperti dikutip Variety.
Suami Penelope Cruz itu mengatakan dirinya ingin tetap bisa menghargai diri sendiri dan memegang prinsip hidup yang diajarkan keluarganya sejak kecil.
"Saya ingin tetap bisa melihat diri sendiri di cermin," ujarnya.
Bardem juga menegaskan bahwa dirinya sudah siap menerima segala konsekuensi atas sikap yang ia ambil.
"Tidak ada rencana B. Ini menimbulkan konsekuensi, yang sepenuhnya siap saya tanggung," lanjutnya.
Belakangan, isu dukungan terhadap Palestina memang menjadi topik sensitif di industri hiburan Hollywood. Beberapa artis disebut mengalami tekanan atau dijauhi setelah menyuarakan dukungan untuk warga Gaza.
Namun, menurut Bardem, situasi mulai berubah.
Ia mengaku masih terus menerima tawaran film dari Hollywood, Eropa, hingga Amerika Selatan. Hal itu membuatnya merasa pandangan publik perlahan mulai bergeser.
"Itu membuat saya berpikir bahwa dalam narasi, keadaan sedang berubah," katanya.
Bardem juga percaya generasi muda punya pengaruh besar dalam perubahan tersebut. Menurutnya, anak muda saat ini lebih mudah melihat langsung kondisi konflik lewat media sosial dan internet.
"Semua orang mulai menyadari, berkat generasi muda, situasi yang kita lihat langsung di ponsel dan layar kita," ucapnya.
Tak berhenti di situ, Bardem bahkan menyentil pihak-pihak yang disebut membuat daftar hitam terhadap artis pro-Palestina.
"Saya percaya mereka yang membuat apa yang disebut daftar hitam akan benar-benar terungkap," tegasnya.
Dalam wawancara itu, Bardem juga kembali menyebut situasi di Gaza sebagai bentuk genosida.
"Anda bisa mencoba membenarkannya atau menjelaskannya. Tetapi jika Anda diam atau mendukungnya, maka Anda pro-genosida," kata Bardem.
Pernyataan tersebut sejalan dengan laporan beberapa pihak internasional yang menyoroti kondisi kemanusiaan di Gaza. Di sisi lain, pemerintah Israel berulang kali membantah tuduhan genosida dan menyatakan operasi militernya dilakukan sebagai bentuk pertahanan diri setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Sebelumnya, Javier Bardem juga diketahui mendukung gerakan Workers for Palestine bersama sejumlah figur publik dunia hiburan.
Beberapa nama yang ikut menyuarakan dukungan serupa antara lain Olivia Colman, Mark Ruffalo, Tilda Swinton, hingga Ayo Edebiri.
Menurut Bardem, gerakan tersebut bukan ditujukan untuk menyerang individu berdasarkan agama atau kewarganegaraan tertentu.
"Kami tidak mendiskriminasi siapa pun berdasarkan kewarganegaraan, ras, agama, atau jenis kelamin," ujarnya.
Ia menambahkan tujuan utama gerakan itu adalah meminta pertanggungjawaban institusi dan perusahaan yang dianggap punya keterlibatan dalam konflik kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat.
(yoa/and)