Ery Makmur Sempat Kehilangan Pekerjaan Usai Turunkan Berat Badan
Perubahan penampilan drastis yang dialami Ery Makmur belakangan ini ternyata menyimpan cerita emosional di baliknya.
Komedian yang selama ini dikenal dengan tubuh besar itu mengaku rela menurunkan berat badan demi kesehatan dan masa depan anak-anaknya, meski keputusan tersebut sempat membuat kariernya terdampak.
Dalam sebuah wawancara di program FYP Trans7, Ery Makmur mengungkap alasan paling dalam yang memotivasinya menjalani transformasi hidup sehat.
Bukan sekadar ingin tampil lebih ideal, ia justru memikirkan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi jika terus hidup dalam kondisi obesitas.
"Demi anak, karena saya mikir gini kalau saya amit-amit meninggal di kondisi obesitas, kayaknya saya dzolim sama anak saya karena keberatan mengangkat keranda mayat," ujarnya.
Pikiran itu terus menghantui Ery hingga akhirnya menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Ia tidak ingin anak-anaknya kesulitan menghadapi kondisi ayah mereka suatu hari nanti hanya karena berat badan yang berlebihan.
"Saya enggak mau anak saya keberatan pada saat mengangkat keranda mayat ayahnya. Jadi itu yang memotivasi," lanjutnya.
Perjalanan transformasi tersebut tidak berlangsung instan. Ery membutuhkan waktu sekitar 15 bulan untuk perlahan mengubah pola hidupnya, mulai dari menjaga pola makan, rutin olahraga, hingga mencoba menjaga kesehatan mental dan emosinya.
"Prosesnya 15 bulan, jaga makan, olahraga, jaga hati," katanya.
Keputusan menjalani hidup sehat ternyata bukan langkah mudah bagi Ery. Selama bertahun-tahun, tubuh besarnya justru menjadi identitas yang melekat dalam dunia hiburan dan membawanya mendapatkan banyak pekerjaan.
"Ya alasannya intinya kesehatan lah. Karena sebenarnya ini sebuah keputusan yang besar, karena dari dulu kan mindsetnya gendutku ini mendatangkan rezeki kan," ungkapnya.
Sebelum memulai diet, Ery bahkan sempat berdiskusi serius dengan sang istri. Ia khawatir perubahan fisiknya justru membuat tawaran pekerjaan berkurang karena tidak lagi sesuai dengan karakter yang biasa dicari rumah produksi.
Kekhawatiran itu ternyata benar-benar terjadi. Ery mengaku beberapa proyek yang sempat dibicarakan akhirnya batal setelah pihak produksi melihat penampilannya yang kini jauh lebih kurus.
"Bahkan ketika mau proses diet sempat diskusi sama istri kalau nanti enggak ada job lagi gimana. Dan benar, tahun lalu enggak ada, bahkan tiga judul itu di cancel karena ketika meeting saya kurus," tuturnya.
Meski sempat kehilangan pekerjaan, Ery memilih tidak menyesali keputusan tersebut. Baginya, kesehatan tetap lebih penting dibanding mempertahankan citra lama demi pekerjaan.
Kini, ia mencoba menjalani hidup dengan lebih positif dan percaya bahwa rezeki tidak akan tertukar selama dirinya terus berusaha.
"Akhirnya mikir rezeki akan datang kapan aja, dan satu lagi jangan pernah suudzon sama keadaan," tutup Ery Makmur.
(ikh/fik)