Kiesha Alvaro Klarifikasi Unggahan Viral soal Belajar Agama Lain
Nama Kiesha Alvaro belakangan menjadi sorotan setelah muncul unggahan di media sosial yang menyebut dirinya mendapatkan kedamaian saat membaca Alkitab dan terbiasa mengucapkan doa Bapa Kami Katolik sejak kecil.
Unggahan tersebut ramai diperbincangkan warganet hingga memunculkan berbagai tanggapan.
"Kiesha Alvaro anak dari Pasha Ungu berdoa Bapa Kami Katolik karena terbiasa sejak kecil," demikian narasi dalam unggahan Instagram @herry.tjahjono yang viral.
Menanggapi hal itu, Kiesha akhirnya buka suara melalui kolom komentar untuk meluruskan konteks sebenarnya.
Putra dari Pasha Ungu dan Okie Agustina tersebut menegaskan bahwa pernyataannya telah dipahami secara berbeda dari maksud awal.
"Maaf, tapi saya harus bicara terkait ini, saya bilang kalau saya belajar dari manapun dan saya memang akrab dengan perbedaan sejak kecil, tidak dengan narasi di atas dengan narasi di atas," tulis Kiesha.
Kiesha juga mengaku khawatir apabila narasi yang beredar tidak dipahami secara utuh dan justru memicu polemik di tengah masyarakat. Menurutnya, setiap agama pada dasarnya mengajarkan nilai-nilai kebaikan.
"Ditakutkan kalau ada yang tidak memahami konteksnya, akan terjadi polemik, semua agama mengajarkan kebaikan," jelasnya.
Sebelumnya, Kiesha memang sempat membicarakan soal doa Bapa Kami dalam konteks pekerjaannya sebagai aktor.
Ia diketahui memerankan karakter bernama Yudha yang beragama Katolik dalam film horor Tumbal Proyek. Demi mendalami peran tersebut, Kiesha mengaku mempelajari dan menghafal doa Bapa Kami agar dapat tampil lebih natural saat berakting.
Selain itu, Kiesha juga tidak menampik bahwa dirinya tumbuh di lingkungan yang penuh keberagaman. Ia mengungkapkan bahwa sang oma, ibu dari Okie Agustina, merupakan penganut agama Kristen. Oleh karena itu, sejak kecil ia sudah terbiasa mendengar ayat-ayat maupun istilah dalam agama Kristen.
Meski demikian, Kiesha menegaskan bahwa dirinya tetap memegang keyakinannya sebagai seorang Muslim. Sikap terbuka yang ia tunjukkan disebutnya sebagai bentuk toleransi dan keinginan untuk belajar dari banyak hal baik di sekitarnya.
(KHS/dis)