Pidato Acara Wisuda, Pratama Arhan Ungkap Keinginan Terakhir Mendiang Ayah
Kebahagiaan tak bisa disembunyikan dari wajah Pratama Arhan saat melangkah keluar dari ballroom dengan toga masih melekat di tubuhnya.
Momen itu bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi juga jawaban atas janji yang selama ini ia simpan dalam hati.
Pesepakbola Timnas Indonesia itu resmi menyandang gelar sarjana setelah diwisuda dalam prosesi ke-87 Universitas Dian Nuswantoro Semarang.
Suasana hangat terasa ketika Arhan disambut keluarga dan para orang tua wisudawan yang turut mengabadikan momen bersama.
Rasa syukur langsung diungkapkan Arhan setelah prosesi selesai. Ia mengaku bangga bisa menuntaskan pendidikan di tengah padatnya jadwal sebagai atlet profesional.
"Alhamdulillah tentunya saya sangat senang bisa lulus dan dapat ijazah blockchain juga, tentunya buat saya suatu kebanggaan," kata Arhan.
Perjalanan kuliahnya bukan hal mudah. Sebagai mahasiswa Program Sarjana Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis angkatan 2020, Arhan harus membagi fokus antara lapangan hijau dan ruang kelas.
Namun, ia berhasil membuktikan bahwa karier dan pendidikan bisa berjalan beriringan.
Langkahnya ternyata tidak berhenti di sini. Arhan sudah menyiapkan rencana baru untuk masa depan akademiknya dengan melanjutkan studi ke jenjang S2 di kampus yang sama.
"Saya akan mengambil beasiswa juga di Udinus tentunya. Saya mau ambil jurusan Ilmu Komunikasi," jelasnya.
Di balik senyum bahagia itu, tersimpan cerita yang jauh lebih dalam. Dalam pidatonya, Arhan mengenang sosok sang ayah yang pernah menanyakan satu hal sederhana namun bermakna besar dalam hidupnya.
"Dulu bapak saya pernah berpesan, tanya kepada saya, 'kapan wisudanya, Nak?'" ungkap Arhan.
Hari ini, pertanyaan itu akhirnya terjawab. Dengan suara penuh haru, ia menyampaikan jawabannya yang telah lama ia tunggu untuk diucapkan.
"Ya alhamdulillah hari ini saya bisa menjawab, 'saya dengan bangga, saya sekarang sudah lulus menjadi sarjana, Pak?'" lanjut Arhan.
Sayangnya, momen itu tak bisa disaksikan langsung oleh sang ayah tercinta. Sutrisno bin Raji telah lebih dulu berpulang pada 7 Desember 2025.
Kerinduan itu sempat ia tuangkan dalam unggahan saat berziarah ke makam sang ayah. Lewat kata-kata sederhana, Arhan seolah berbicara langsung, menyampaikan kabar yang paling ia tunggu untuk dibagikan.
"Pak, Arhan sudah lulus sarjana pak." tulisnya.
Kalimat singkat itu menjadi penutup yang terasa paling dalam. Sebuah pencapaian yang bukan hanya tentang gelar, tetapi juga tentang cinta, janji, dan perjuangan yang akhirnya sampai di garis akhir.
(ikh/ikh)