Pesan Maia Estianty untuk Syifa Hadju di Momen Haru Siraman El Rumi
Momen sakral jelang pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju berubah jadi lautan emosi yang sulit ditahan.
Di tengah prosesi siraman yang seharusnya penuh ketenangan, Maia Estianty justru tak kuasa membendung air mata saat menyampaikan pesan untuk putra keduanya.
Dalam video yang beredar, Maia berdiri sambil memegang mikrofon, suaranya bergetar.
Ia tidak hanya memberi restu, tetapi juga membuka kembali luka lama yang selama ini ia simpan rapat-tentang perpisahannya dengan anak-anak di masa lalu.
Dengan nada penuh haru, Maia mengingat momen ketika El masih berusia delapan tahun, saat keadaan memaksanya harus berjarak dengan sang anak.
"Tapi kemudian di usiamu yang baru 8 tahun, kita pernah harus berpisah. Berpisah untuk sementara waktu itu sayangku," ucap Maia lirih.
Pengalaman itu membekas dalam, bahkan membentuk cara Maia menjalani peran sebagai ibu hingga hari ini.
Ia mengakui harus belajar menerima kenyataan pahit, tidak selalu bisa hadir dan memeluk anaknya setiap saat.
"Dari hari itu Bunda belajar menjadi ibu yang tidak bisa memeluk kamu setiap hari sampai sekarang," lanjutnya.
Namun momen paling menyentuh justru datang saat Maia menyampaikan pesan khusus untuk Syifa Hadju, yang saat itu tidak berada di lokasi karena menjalani prosesi terpisah.
Dengan penuh ketulusan, Maia seolah menyerahkan sepenuhnya sosok El kepada calon menantunya.
"Untuk Syifa yang sedang tidak ada di sini, Bunda titipkan El Rumi. Yang dulu mungkin Bunda tidak selalu bisa memeluknya setiap hari," tuturnya.
Kalimat berikutnya langsung menghantam perasaan siapa pun yang mendengar. Maia meminta Syifa melakukan hal yang dulu tak selalu bisa ia berikan sebagai seorang ibu.
"Untuk Syifa, untuk selalu memeluk El, sering-sering dan yang lama ya. Lebih lama dari yang pernah Bunda lakukan, karena Bunda tidak bisa melakukan itu sampai hari ini."
Di hadapan ibunya, El Rumi tampak berlutut dengan penuh takzim. Ia menunduk, menyimak setiap kata dengan ekspresi haru yang sulit disembunyikan.
Di sisi Maia, Irwan Mussry turut mendampingi dengan wajah serius, menambah suasana makin emosional.
Momen ini terasa seperti simbol penyerahan kasih sayang seorang ibu kepada perempuan yang akan mendampingi anaknya seumur hidup.
Bukan sekadar tradisi, tapi juga pengakuan jujur tentang kehilangan, harapan, dan cinta yang tidak pernah berkurang.
Tak heran, unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar netizen yang mengaku ikut menangis.
Banyak yang tersentuh dengan kejujuran Maia, sosok yang selama ini dikenal kuat, tapi ternyata menyimpan cerita yang begitu dalam.
Rangkaian siraman ini menjadi pembuka menuju hari besar pasangan tersebut, yang dijadwalkan akan melangsungkan pernikahan pada Minggu, 26 April 2026. Sebuah awal baru, yang lahir dari air mata, doa, dan cinta yang akhirnya menemukan jalannya.
(ikh/ikh)