Advertisement

Jejak Peninggalan RA Kartini yang Masih Ada Sampai Sekarang

Steffy Gracia | Insertlive
Jejak Peninggalan RA Kartini yang Masih Ada Sampai Sekarang
Jejak Peninggalan RA Kartini yang Masih Ada Sampai Sekarang/Foto: Instagram
Jakarta -

Nama RA Kartini dikenal luas sebagai sosok pelopor emansipasi perempuan di Indonesia. Gagasan dan perjuangannya tentang pendidikan, kesetaraan, serta kebebasan berpikir masih terus dikenang hingga kini, bahkan menjadi inspirasi lintas generasi.

Menariknya, jejak peninggalan Kartini bukan hanya tersimpan dalam catatan sejarah, tetapi juga masih dapat ditemukan dan dirasakan sampai sekarang. Apa saja jejak peninggalan RA Kartini yang masih ada hingga saat ini? Berikut deretannya.

1. Museum R.A. Kartini Jepara

Museum R.A. Kartini Jepara menjadi salah satu destinasi penting untuk mengenal lebih dekat sosok Kartini. Lokasinya berada di sisi utara Alun-Alun Jepara dan telah lama menjadi pusat wisata sejarah di kota kelahiran sang pahlawan nasional.

Di dalam museum ini tersimpan berbagai koleksi berharga, mulai dari foto keluarga, surat-surat Kartini, mesin jahit, alat membatik, hingga peralatan rumah tangga yang pernah digunakan. Tak hanya itu, museum ini juga memamerkan benda peninggalan kakaknya, RMP Sosrokartono, sosok cendekiawan yang dikenal menguasai banyak bahasa asing. Selain koleksi tentang keluarga Kartini, museum ini juga menyimpan artefak kuno dari Jepara.

Advertisement

2. Museum R.A Kartini Rembang

Selain di Jepara, jejak Kartini juga bisa ditemukan di Rembang. Museum R.A. Kartini Rembang berada di bekas rumah dinas suaminya, R.M.A.A. Singgih Djojo Adhiningrat, yang kala itu menjabat sebagai Bupati Rembang. Setelah menikah pada 1903, Kartini tinggal di kota ini hingga akhir hayatnya.

Museum yang beralamat di Jalan Gatot Subroto No. 8, Rembang, ini dibangun atas prakarsa pemerintah daerah pada 1967. Koleksinya dikenal cukup lengkap dan memberikan gambaran kehidupan Kartini saat menjadi istri bupati.

Beberapa benda yang masih tersimpan di antaranya ranjang besi, meja makan, mesin jahit, cermin rias, bothekan atau tempat jamu, hingga buku-buku lawas. Dari koleksi tersebut, pengunjung bisa melihat sisi personal Kartini yang jarang dibahas di buku pelajaran.

3. Pendopo Kabupaten Jepara

Pendopo Kabupaten Jepara menjadi salah satu tempat bersejarah yang sangat lekat dengan masa kecil Kartini. Di sinilah Kartini tumbuh sebagai putri Bupati Jepara dan menjalani masa pingitan yang kelak banyak memengaruhi pemikirannya.

Meski berada dalam keterbatasan adat, Kartini justru memanfaatkan waktu untuk membaca banyak buku dan surat kabar dari Eropa. Dari tempat ini pula lahir gagasan-gagasan besar tentang pendidikan perempuan dan perubahan sosial. Konon, di bagian serambi belakang pendopo, Kartini pernah mengajar anak-anak perempuan di sekitarnya. Langkah sederhana itu menjadi bukti nyata bahwa perjuangannya dimulai dari lingkungan terdekat.

4. Monumen Ari-Ari Kartini

Tak banyak yang tahu, Jepara juga memiliki Monumen Ari-Ari Kartini yang terletak di Desa Pelemkerep, Mayong. Monumen ini menandai lokasi dikuburnya ari-ari Kartini saat lahir, sesuai tradisi Jawa yang masih dijaga hingga kini.

Bangunan monumen dibuat dengan bentuk bunga teratai, yang memiliki simbol kesucian dan harapan. Bentuk tersebut dipilih untuk menggambarkan sosok Kartini yang kelak tumbuh menjadi perempuan besar dan membawa pencerahan bagi bangsanya. Meski tidak sepopuler museum atau makam Kartini, tempat ini memiliki nilai budaya yang kuat dan menjadi bagian dari jejak sejarah kelahiran sang pahlawan emansipasi.

5. Makam R.A. Kartini

RA Kartini wafat pada 17 September 1904 di Rembang, beberapa hari setelah melahirkan putra pertamanya, Soesalit Djojoadhiningrat. Ia meninggal di usia muda, yakni 25 tahun.

Makam Kartini berada di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Lokasi ini kerap menjadi tujuan ziarah masyarakat dari berbagai daerah, terutama saat peringatan Hari Kartini setiap 21 April. Di kompleks makam tersebut juga terdapat makam suami dan putranya.

Jejak Peninggalan RA Kartini yang Masih Ada Sampai SekarangJejak Peninggalan RA Kartini yang Masih Ada Sampai Sekarang/ Foto: Website Pantai Kartini

6. Pantai Kartini

Jepara juga memiliki destinasi wisata populer yang memakai nama Kartini, yakni Pantai Kartini. Pantai ini berada sekitar 2,5 kilometer dari pusat kota Jepara dan menjadi salah satu ikon wisata daerah tersebut.

Menurut berbagai cerita, saat masih kecil Kartini kerap diajak keluarga menikmati suasana pantai ini. Karena kenangan itulah nama Kartini kemudian diabadikan sebagai nama kawasan wisata.

7. Lagu Ibu Kita Kartini

Kemudian ada salah satu warisan Kartini yang paling dekat dengan masyarakat Indonesia yang merupakan lagu Ibu Kita Kartini. Lagu ini hampir selalu dinyanyikan saat peringatan Hari Kartini di sekolah-sekolah dan berbagai acara resmi.

Lagu tersebut diciptakan oleh Wage Rudolf Soepratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ia menulis lagu itu setelah terinspirasi dari semangat gerakan perempuan dalam Kongres Perempuan Indonesia pertama di Yogyakarta pada 1928. Lewat liriknya, Kartini digambarkan sebagai sosok mulia yang berjasa bagi perempuan dan bangsa.

8. Buku Habis Gelap Terbitlah Terang

Buku Habis Gelap Terbitlah Terang menjadi peninggalan Kartini yang paling terkenal. Karya ini berisi kumpulan surat-surat Kartini kepada sahabat-sahabatnya di Belanda yang menampilkan pemikiran kritis dan pandangan maju pada zamannya.

Surat-surat itu dihimpun oleh J.H. Abendanon dan pertama kali diterbitkan pada 1911 dengan judul Belanda Door Duisternis Tot Licht. Dari sanalah dunia mengenal suara Kartini yang lantang membahas pendidikan, kebebasan perempuan, hingga ketimpangan sosial.

Meski sempat diperdebatkan sebagian sejarawan terkait keutuhan naskah aslinya, buku ini tetap dianggap sebagai sumber penting untuk memahami gagasan Kartini. Hingga kini, isinya masih sering dikutip dan dibaca sebagai inspirasi perubahan.

(Steffy Gracia/agn)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement