Advertisement

Anak Nia Daniaty Curhat Sulit Dapat Pekerjaan Usai Terjerat Kasus Penipuan CPNS

kpr | Insertlive
Olivia Nathania (bermasker hitam) usai jalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya soal dugaan CPNS fiktif
Anak Nia Daniaty Curhat Sulit Dapat Pekerjaan Usai Terjerat Kasus Penipuan CPNS / Foto: Olivia Nathania (bermasker hitam) usai jalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya soal dugaan CPNS fiktif (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Olivia Nathania, putri Nia Daniaty akhirnya buka suara atas dirinya yang diwajibkan memberikan ganti rugi kepada korban kasus penipuan CPNS bodong yang dilakukannya.

Wendo Batserin, kuasa hukum Olivia menyampaikan permohonan maaf kliennya yang disampaikan melalui sebuah surat tertulis. Dalam surat tersebut, Olivia mengaku saat ini dirinya sedang berusaha membuka lembaran baru dalam hidupnya, usai menjalani hukuman penjara selama 3 tahun.

Olivia mengungkapkan kendala yang ia alami untuk memulai hidup barunya, setelah terjerat kasus penipuan CPNS tersebut. Putri Nia Daniaty itu mengaku kesulitan mendapat pekerjaan, karena nama baiknya telah hancur.

"Untuk memulai mencari pekerjaan, saya membutuhkan waktu dikarenakan kepercayaan orang terhadap saya dan nama baik saya telah rusak," ujar Wendo Batserin, kuasa hukum Olivia Nathania, membacakan surat dari kliennya di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Rabu (11/3).

Advertisement

Melalui surat itu pula, Olivia mengaku akan bertanggung jawab terhadap para korban penipuan CPNS bodong. Namun, hal itu akan dilakukannya secara bertahap.

"Namun demikian, apabila saya memiliki kemampuan finansial yang memadai, saya akan bertanggung jawab sebagai bentuk itikad baik saya," tutur Wendo.

Wendo pun menegaskan bahwa Olivia tak ada niatan untuk melarikan diri. Ia mengatakan akan membayar biaya ganti rugi dengan skema cicilan.

"Pengembalian tersebut akan saya lakukan dengan cara dicicil secara bertahap," tegas Wendo Batserin membacakan surat Olivia.

Beny Daga, kuasa hukum Olivia lainnya mengatakan bahwa kliennya saat ini sedang dalam keadaan kesulitan ekonomi.

"Tentunya lagi susah ya. Susah karena, pertama mencari pekerjaan susah karena background-nya yang saat ini memang di mana-mana nama baiknya tercemar kan di situ," jelas kuasa hukum lainnya.

(kpr/fik)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement