Cherly Juno Blak-blakan Soal Pelecehan Saat Aktif di Cherrybelle, Tegaskan Tak Playing Victim
Cherly angkat bicara terkait isu playing victim yang sempat dikaitkan dengan mantan member Cherrybelle.
Dalam perbincangan di Rumpi, Kamis (12/2), Cherly menegaskan bahwa tidak ada anggota yang berpura-pura menjadi korban.
Menurutnya, isu tersebut bermula bukan dari dirinya. Ia mengaku sempat kaget ketika nama atau pernyataan tertentu muncul ke publik.
"Kan kebetulan bukan saya yang nyebutin ya. Waktu kejadian itu cuma kaget aja, 'Hah? Siapa?' gitu. Sampai sekarang juga masih nggak terjawab," ujar Cherly.
Ia menyebut pernyataan itu awalnya disampaikan oleh Steffi. Namun hingga kini, pihak yang dimaksud dalam konten tersebut tidak pernah benar-benar jelas.
Cherly menegaskan, hubungan tujuh member yang terakhir masih baik-baik saja dan tidak ada konflik soal playing victim.
"Kalau yang terakhir bertujuh fine-fine aja sih. Nggak ada. Karena kalau playing victim kan berpura-pura jadi korban. Kalau dia merasa jadi korban, itu kan perasaan dia sendiri. Yang lain tetap jalan bareng. Jadi bukan karena itu," jelasnya.
Di sisi lain, Cherly juga menanggapi soal kabar pelecehan yang sempat dialami anggota Cherrybelle. Ia mengaku prihatin karena pelecehan memang masih kerap terjadi di mana-mana.
Bahkan, Cherly mengungkap bahwa dirinya pernah menjadi korban pelecehan saat masih aktif sebagai member Cherrybelle.
"Saya sendiri pernah mengalaminya. Bukan hampir, tapi sudah dilecehkan," ungkapnya tegas.
Peristiwa itu terjadi saat Cherrybelle melakukan tur ke sejumlah SMA di Jawa Tengah, sekitar 13 tahun lalu. Ia menyebut kejadian tersebut tidak hanya dialaminya seorang diri.
"Yang ngalamin nggak cuma aku, tapi semua member. Pas aku naik ke atas bus, semua member sudah pada nangis," kenangnya.
Cherly mengatakan, saat itu respons yang diterima justru mengecewakan. Ia merasa kurang mendapatkan empati, bahkan dari oknum petugas perempuan yang seharusnya bisa lebih memahami situasi korban.
"Aku ngerasa percuma ya. Dalam keadaan shock, teriak pun kayak nggak jadi apa-apa," tuturnya.
Berbeda dengan sebagian rekannya yang memilih diam, Cherly mengaku langsung speak up melalui media sosial kala itu. Meski sempat dikhawatirkan tim dan teman-temannya, ia merasa pelecehan bukan hal yang memalukan bagi korban.
"Dilecehkan itu bukan hal yang memalukan. Justru harus diberantas," tegasnya.
Ia juga menyoroti perubahan sikap masyarakat saat ini yang dinilai lebih kritis terhadap kasus pelecehan seksual.
"Sekarang orang lebih aware. Ada cancel culture. Buat aku itu at least tindakan yang pantas didapatkan pelaku," ujarnya.
Cherly berharap kasus pelecehan seksual tidak hanya berhenti pada sanksi sosial, tetapi juga diproses secara hukum.
"Harus ada tindakan hukum yang lebih nyata. Karena itu perbuatan yang bikin orang merasa terancam dan nggak nyaman," katanya.
Ia pun memberikan pesan keras bagi para pelaku pelecehan.
"Sekarang keadaan sudah nggak aman lagi buat kalian. Dulu mungkin merasa aman karena nggak ada bukti. Tapi sekarang nggak segampang itu. Mau kamu orang penting atau bukan, bisa kena konsekuensinya," tegas Cherly.
Meski kini para mantan member Cherrybelle sudah sibuk dengan kehidupan masing-masing, Cherly memastikan komunikasi tetap terjalin baik melalui grup percakapan.
"Kita masih komunikasi, cuma memang jarang ketemu karena sudah punya kesibukan masing-masing," tutupnya.
(ikh/ikh)