Diduga Bukan Bunuh Diri, Forensik Klaim Kurt Cobain Dibunuh dan TKP Direkayasa
Dunia musik internasional kembali diguncang oleh temuan baru terkait kematian vokalis legendaris Nirvana, Kurt Cobain.
Setelah hampir 32 tahun berlalu, muncul penelitian forensik yang mempertanyakan kesimpulan lama soal penyebab kematiannya.
Selama ini, publik meyakini Kurt Cobain meninggal dunia akibat bunuh diri.
Kepolisian Seattle pada April 1994 juga menyatakan hal serupa berdasarkan hasil investigasi saat itu.
Namun, penelitian terbaru yang dilakukan spesialis forensik Brian Burnett memunculkan dugaan berbeda.
Ia menyebut sejumlah bukti justru mengarah pada kemungkinan tindakan kriminal yang direncanakan pihak lain.
"Ini adalah pembunuhan. Kita harus melakukan sesuatu tentang ini," ucap Brian Burnett dalam laporan The Daily Mail pada Selasa, (10/2).
Penelitian tersebut mengeksplorasi sepuluh poin bukti krusial.
Salah satu dugaan yang mencuat adalah kemungkinan adanya orang lain di lokasi sebelum sang legenda rock mengembuskan napas terakhir.
Rekan Burnett, Michelle Wilkins, menilai kondisi tempat kejadian perkara (TKP) terasa janggal.
Ia menduga lokasi tersebut sengaja diatur agar terlihat seperti kasus bunuh diri.
"Sepertinya seseorang merekayasa sebuah film dan ingin Anda benar-benar yakin bahwa ini adalah bunuh diri," kata Wilkins merujuk pada kondisi di lokasi kematian.
Wilkins juga menyoroti dugaan kerusakan organ yang dinilai tidak lazim jika penyebab kematian murni akibat tembakan senapan.
Ia menyebut pola tersebut lebih mengarah pada kemungkinan overdosis paksa sebelum luka tembak terjadi.
Selain itu, tim forensik menemukan barang-barang pribadi Cobain tersusun rapi di saku pakaiannya.
Temuan tersebut dinilai tidak biasa dalam kasus bunuh diri yang melibatkan senjata api.
"Kwitansi pembelian senjata ada di sakunya. Kwitansi pembelian peluru juga ada di sakunya. Peluru-peluru itu berjejer di kakinya," ungkap Wilkins.
Ia juga mempertanyakan kemungkinan seseorang yang dalam kondisi overdosis atau sekarat masih sempat merapikan peralatan jarum suntik dengan teliti.
"Bunuh diri itu berantakan, dan tempat kejadian perkara ini sangat bersih," tambah Wilkins saat menjelaskan pola darah di lokasi.
Menanggapi temuan tersebut, Kantor Pemeriksa Medis King's County menyatakan kesiapan untuk meninjau ulang hasil penelitian baru itu.
Meski demikian, hingga kini Departemen Kepolisian Seattle tetap berpegang pada hasil investigasi lama.
"Detektif kami menyimpulkan bahwa dia meninggal karena bunuh diri, dan ini tetap menjadi pendirian yang dipegang oleh departemen ini," ujar juru bicara kepolisian setempat.
Sebagai informasi, Kurt Cobain meninggal dunia pada 5 April 1994 akibat luka tembak di kepala.
Jenazahnya ditemukan pada 8 April 1994 di kediamannya di Seattle, Washington, Amerika Serikat.
Sebelum meninggal dunia, musisi yang wafat pada usia 27 tahun tersebut diketahui berjuang melawan kecanduan heroin dan masalah kesehatan.
Hingga kini, kasus kematiannya masih menjadi salah satu misteri paling kontroversial dalam sejarah musik dunia.
(ikh/fik)