Mengenal Iblis Baal yang Mendadak Dikaitkan dengan Jeffrey Epstein File
Mengenal Iblis Baal yang Mendadak Dikaitkan dengan Jeffrey Epstein File
Iblis Baal mendadak disorot usai dikaitkan dengan pengusaha Amerika Serikat Jeffrey Epstein.
Hal ini terungkap usai Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) merilis lebih dari 3 juta halaman dokumen dari kasus Jeffrey Epstein pada 30 Januari lalu. Dalam dokumen EFTA01589335.pdf dari Epstein Files, terdapat memorandum dengan tanggal 27 Juli 2009 dari Jeffrey dan COUQ Foundation yang ditujukan kepada William Doherty di JP Morgan.
Memorandum itu meminta pengiriman dana sebesar Rp191 juta dari akun C_O.U.Q Foundation ke sebuah rekening yang disebut dengan Baal.name: Wachovia Bank, N.A. dengan Account Name tercatat sebagai One Clearlake Centre, LLC dan referensi pembayaran untuk The Florida Science Foundation - Invoice 1404.
Istilah 'Baal. name' sebenarnya kesalahan pembacaan dari 'Bank Name'. Pasalnya di baris berikutnya tertulis jelas Wachovia bank, N.A. sebagai bank penerima. Sedangkan satu-satunya Account Name yang muncul dalam dokumen adalah One Clearlake Centre, LLC bukan Baal.
Gegara hal itu, banyak yang penasaran dengan Baal. Kata itu juga dikaitkan dengan iblis.
Apa Itu Baal?
Baal awalnya gelar dewa kesuburan dan badai dalam mitologi Kanaan kuno. Namun, berevolusi menjadi simbol berhala palsu dalam tradisi Abrahamik. Dalam demonologi, ia sering dikaitkan dengan Baal-Peor atau Beelzebub, salah satu dari tujuh pangeran neraka.
Sementara dalam Islam, ia adalah berhala yang disembah kaum Nabi Ilyas. Ba'al disebut dalam Al-Qur'an (QS. As-Saffat: 124-126) sebagai berhala kaum Quraish yang ditentang oleh Nabi Ilyas, yang kemudian mendatangkan azab bagi penyembahnya.
Karakteristik Baal
Dalam mitologi Kanaan dan Fenisia, Baal memiliki beberapa karakteristik seperti:
- Dewa badai dan petir. Baal digambarkan memegang petir di tangannya sebagai senjata.
- Dewa kesuburan yang mengendalikan hujan dan menjamin hasil panen.
- Dewa perang yang perkasa. Digambarkan mengalahkan musuh-musuhnya.
- Penguasa bumi dan langit. Baal dianggap lebih berkuasa dari El, ayahnya.
- Suami/pasangan dari dewi Anat atau Asyera.
- Punya istana di Gunung Zaphon (Gunung Kassius).
- Digambarkan dalam wujud manusia atau banteng.
Penyembahan Baal
Ilustrasi Raja Iblis, Azazil, Demon, Devil./ Foto: Freepik |
Penyembahan Baal melibatkan berbagai ritual dan upacara keagamaan yang kompleks. Berikut beberapa praktik penyembahan Baal yang biasa dilakukan:
- Doa dan persembahan untuk memohon hujan dan kesuburan.
- Tarian-tarian ritual dan nyanyian pujian.
- Pembangunan kuil atau tempat pemujaan di bukit-bukit tinggi.
- Pendirian tugu batu atau patung Baal.
- Ritual pengorbanan hewan, kadang juga manusia.
- Upacara kesuburan yang melibatkan prostitusi sakral.
- Perayaan tahunan untuk memperingati kebangkitan Baal.
Raja Neraka
Pada abad pertengahan dan Renaisans menyebut Baal sebagai raja neraka. Berikut tiga kitab okultisme utama, perannya sebagai berikut:
Pseudomonarchia Daemonum (1577)
Baal adalah raja pertama neraka, penguasa 66 legiun iblis, berkepala tiga (manusia, katak, kucing).
Kunci Solomon Kecil (abad ke-17)
Tetap sebagai raja, memberi kemampuan menghilang dan pengetahuan rahasia bagi yang memanggilnya dengan ritual tepat.
Dictionnaire Infernal (1863)
Ensiklopedia iblis ini memperkuat citra mengerikannya dengan ilustrasi ikonik.
(agn/fik)
Ilustrasi Raja Iblis, Azazil, Demon, Devil./ Foto: Freepik