Jadi Model Iklan Termahal di Era 90-an, Mandra Habiskan Honornya untuk...
Nama Mandra sempat berada di puncak kejayaan dunia hiburan Tanah Air pada era 1990-an.
Aktor sekaligus komedian senior asal Betawi itu bahkan disebut-sebut pernah menyandang predikat sebagai bintang iklan termahal pada masanya.
Namun, di balik angka fantastis tersebut, Mandra mengaku tak pernah benar-benar merasa dirinya berada di level itu.
Mandra mengenang momen sekitar tahun 1995 hingga 1996, saat ia menerima tawaran iklan bersama Basuki.
Kala itu, Basuki sudah dikenal memasang tarif tinggi, yakni sekitar Rp16 juta. Tak disangka, bayaran yang diterima Mandra justru jauh melampaui angka tersebut.
"Deal-nya Rp265 juta. Makanya ada Basuki juga sempat dia tanya gitu-gitu, gue bilang aja, iya sama. Daripada dia ngambek," ucap Mandra di YouTube Trans7 Official, Selasa (3/2).
Nominal tersebut tentu terbilang luar biasa untuk ukuran era 90-an. Namun, alih-alih menghabiskannya untuk kepentingan pribadi, Mandra memilih menggunakan rezeki besar itu untuk hal yang lebih bermakna.
Komedian yang kini berusia 61 tahun itu mengungkapkan, uang hasil iklan tersebut langsung digunakan untuk memberangkatkan keluarganya menunaikan ibadah haji.
"Buat berangkatin haji lima orang. Kakak dua, karyawan dua, sama ibu satu. Saat itu saya sudah haji," akunya.
|
Baca Juga : Cerita Mandra yang Kini Dagang Makanan
|
Tak hanya itu, Mandra juga menyebut masih ada sisa dana setelah membiayai perjalanan haji tersebut.
Sisa uang itu kemudian ia gunakan untuk memenuhi permintaan sang ibu, yakni membangun rumah yang lebih layak sepulang dari Tanah Suci.
"Itu juga masih ada lebihnya. Lebihnya buat bangun rumah ibu. Ibu bilang, 'Gue pulang haji maunya rumah gue nggak gitu ya'. Namanya emak udah tua, balik kayak anak kecil gitu kan. Mintanya yang aneh-aneh aja, 'Sudah berangkat aja dulu Mak'," cerita Mandra semringah.
Saat ibundanya tengah menjalani ibadah haji, Mandra langsung merobohkan rumah lama dan memulai pembangunan rumah baru sesuai keinginan sang ibu.
"Dia di Makkah, gue rubuhin itu rumah. Pas pulang udah..., maksudnya nggak jadi total, ya gue dulu cuma punya emak waktu itu. Rasanya punya kenikmatan sendiri, bicara take and give, kita punya kebanggaan sendiri aja. Alhamdulillah," lanjutnya dengan wajah bahagia.
Mandra juga tak menampik bahwa biaya yang dikeluarkan saat itu sangat besar, mengingat ia memberangkatkan lima orang dengan fasilitas haji plus. Meski begitu, ia meyakini semua rezeki tersebut tak lepas dari doa sang ibu.
"Gue jujur rumah gue yang lo pada datangi, awalnya 200 meter, 400 meter. Sekali waktu kakak gue ngajak jalan, kakak gue nawarin, 'Ini tanah juga mau dijual kalau lu mau, beli aja'. Gue jawab langsung, 'Rumah segini, tanah luas segini, duit dari mana?'," kenangnya.
Ucapan sang ibu kala itu masih teringat jelas di benaknya.
"Emak gue nyeletuk, 'Ya lu mah nggak pakai lama juga kebeli'," sambungnya.
Tak disangka, dalam waktu kurang dari setahun, Mandra benar-benar mampu membeli tanah tersebut.
"Benar, nggak sampai setahun entah duit dari mana kebeli itu. Makanya percaya Emak mah, kalau ingat sekarang suka merinding," pesan Mandra.
Kisah Mandra ini menjadi potret perjalanan hidup yang penuh naik turun, sekaligus pengingat bahwa keberkahan rezeki kerap datang dari niat baik dan doa orang tua.
(ikh/fik)