Billie Eilish Sampaikan Pesan Keras Saat Menang Grammy: Terus Bersuara dan F*** ICE
Billie Eilish kembali menyuarakan sikapnya terhadap isu kemanusiaan dan imigrasi saat menerima penghargaan Grammy Awards 2026. Penyanyi asal Amerika Serikat itu menyampaikan kritik keras terhadap ICE (Immigration and Customs Enforcement), lembaga imigrasi AS, ketika naik ke atas panggung.
Billie Eilish memenangkan kategori Song of The Year pada Minggu (1/2) malam waktu Los Angeles lewat lagu Wildflower dari album Hit Me Hard and Soft yang dirilis pada 2024.
"Terima kasih banyak. Aku tidak percaya ini. Semua orang di kategori ini sangat luar biasa. Aku sangat mencintai kalian," ujar Billie Eilish saat menerima piala.
Ia mengaku selalu merasa terhormat berada di ajang Grammy. Namun, di tengah rasa syukurnya, Billie menyampaikan pesan yang kuat terkait kondisi sosial dan politik di Amerika Serikat.
"Aku merasa sangat terhormat setiap kali berada di ruangan ini. Sebersyukur apa pun perasaanku, jujur saja aku merasa tidak perlu mengatakan apa pun selain bahwa tidak ada seorang pun yang ilegal di tanah curian," lanjutnya, merujuk pada sejarah berdirinya Amerika Serikat.
Billie mengaku bingung harus berkata apa di situasi seperti sekarang, tapi yakin bahwa suara publik tetap penting.
"Dan, ya, sangat sulit untuk mengetahui apa yang harus dikatakan dan apa yang harus dilakukan saat ini, dan aku merasa sangat optimis di ruangan ini, dan aku merasa kita hanya perlu terus berjuang dan bersuara dan berdemonstrasi," katanya.
Ia menutup pidatonya dengan pernyataan yang langsung menjadi sorotan.
"Dan suara kita benar-benar penting, dan orang-orang penting, dan f*** ICE," ucap Billie, yang disensor dalam siaran langsung seperti dilaporkan Variety.
"Itu saja yang akan kukatakan. Maaf. Terima kasih banyak," tutupnya.
Kemenangan lewat Wildflower ini menjadi piala Grammy ke-10 bagi Billie Eilish sejak debutnya pada 2019. Hasil ini cukup mengejutkan karena banyak pengamat sebelumnya memprediksi lagu Golden dari K-Pop Demon Hunters akan keluar sebagai pemenang.
Pernyataan keras Billie di atas panggung bukanlah kejutan. Sebelumnya, saat berjalan di karpet merah Grammy 2026, penyanyi berusia 24 tahun itu terlihat mengenakan pin bertuliskan "ICE Out".
Aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan solidaritas para musisi dunia. Selain Billie Eilish, sejumlah nama besar seperti Justin Bieber, Kehlani, dan Justin Vernon dari Bon Iver juga terlihat mengenakan atribut serupa sebagai bentuk protes terhadap kebijakan imigrasi di Amerika Serikat.
Kecaman para musisi ini dipicu oleh tragedi yang terjadi pada Sabtu (24/1), ketika operasi ICE berujung pada kekerasan dan kematian sejumlah warga.
Salah satu kasus yang paling disorot adalah penembakan Alex Pretti (37), seorang perawat ICU yang tewas setelah ditembak agen federal. Insiden tersebut terekam dalam video dan memicu kemarahan publik.
Meski ICE menuding Pretti sebagai teroris lokal, pihak keluarga menyatakan bahwa korban tidak bersenjata dan justru sedang berusaha melindungi seorang perempuan. Peristiwa ini memicu gelombang demonstrasi besar di berbagai kota, termasuk Minnesota dan Los Angeles.
Melalui pidatonya di Grammy 2026, Billie Eilish kembali menegaskan bahwa musik dan panggung besar bisa menjadi alat untuk menyuarakan kemanusiaan dan keadilan.
(yoa/and)